Categories: Events

Khidmat di Sakenan, Tradisi Mekotek di Munggu Berlangsung Seru

DENPASAR – Ribuan pemedek berpakaian adat madya Bali serba putih mendatangi Pura Sakenan, di Pulau Serangan, Denpasar Selatan, kemarin (29/2).

Para pemedek yang datang dari berbagai daerah ini berkumpul sejak pagi. Mereka pun khidmat bersembahyang dan memanjatkan doa.

Jika di Pura Sakenan terasa damai, maka di Desa Adat Munggu, Mengwi, Badung, terasa semarak. Ini karena digelarnya tradisi rutin saat Kuningan, yaitu makotek.

Tradisi ini diselenggarakan oleh krama setempat sebagai bentuk menjaga tradisi leluhur. Selain bermakna mempererat hubungan antar sesama dan menolak bala.

Tradisi makotek dimulai sekitar pukul 13.00, diawali dengan melakukan persembahyangan bersama di pura desa.

Setelah persembahyangan krama kemudian mengelilingi desa dengan membawa tombak pusaka yang sudah disucikan. Ada juga pusaka tamiang kolem atau tameng yang terbuat dari perunggu.

Warga setempat juga membawa kayu pulet berukuran sekitar tiga meter pengganti tombak yang dulu digunakan pasukan Kerajaan Mengwi saat perang melawan Kerajaan Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur.

“Kegiatan makotek masih diikuti seluruh krama Desa Ada Munggu,” ujar Bendesa Adat Munggu I Made Rai Sujana.

Seluruh pria dari 12 banjar ikut serta dalam pelaksanaan tradisi makotek. Sementara kaum perempuan mengiringi dan menyemangati dari pinggir.

Setiap kali peperangan terjadi, kayu-kayu pulet disusun menyerupai gunungan. Tidak hanya satu melainkan dua gunungan atau bisa lebih. Nah, setelah itu satu sama lain saling beradu.

Sujana menegaskan, tradisi makotek sampai kapanpun akan terus dilestarikan. Masyarakat percaya tradisi makotek juga bermakna mempererat hubungan antar sesama warga khususnya di Desa Adat Munggu.

Tradisi ini juga untuk menolak bala, tandasnya. Masyarakat meyakini akan terjadi musibah bila tidak melaksanakan tradisi ini.

Sujana lebih lanjut mengatakan, penyelenggaran tradisi makotek sudah berdasarkan pawisik.

Dilakukan pada Hari Raya Kuningan, karena sebelum menyerang Blambangan, bala tentara dan raja Mengwi saat itu melakukan semedi.

Kebetulan bertepatan dengan Kuningan, sehingga pada saat Hari Raya Kuningan selalu diperingati tradisi makotek ini. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago