Categories: Events

Undiknas Prita Laboratory, Proyek Unggulan Bantu Ekonomi Petani

DENPASAR – Perkembangan teknologi di era digital seperti sekarang ini bertumbuh semakin cepat dari hari ke hari.

Dalam perkembangannya, teknologi ini akan membantu pekerjaan manusia. Melalui platformnya yakni Techno-researchpreneur University,

Undiknas senantiasa selalu adaptif dan responsif terhadap modernisasi dan digitalisasi pengembangan produk yang berdaya guna bagi masyarakat.

Sebagai perguruan tinggi yang memiliki Program Studi Teknologi Informasi, Undiknas merespon hal tersebut dengan membangun laboratorium pertanian yang berbasis teknologi (pertanian presisi).

Pembangunan laboratorium ini di inisiasi oleh Rektor Undiknas, Dr. Ir. Nyoman Sri Subawa, S.T., S.Sos.,M.M., sebagai sebuah ruang bagi dosen-dosen Prodi Teknologi Informasi untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang dimilikinya.

Laboratorium ini kemudian dikenal dengan sebutan Precision Agriculture Laboratory (PRITA Laboratory).

Undiknas tidak memiliki Program Studi Pertanian, tetapi mampu dalam mengembangkan teknologi yang yang berdaya guna untuk membantu masyarakat.

Pertanian Presisi mampu menghasilkan berkelipatan lebih banyak daripada sistem konvensional, tidak terpengaruh oleh lingkungan sehingga petani dapat bertani tanpa terikat musim, menarik untuk dilihat, bebas pestisida dan zat kimia berbahaya.

PRITA Laboratory dirancang dalam dua jenis Smart Farming 4.0 untuk kulturisasi tanaman buah dan tanaman sayur.

Sistem ini dibangun berbasis teknologi Hydroponic Bato Bucket Systems dan Aeroponic Verticulture yang keduanya diimplementasikan dalam kategori fragmented media beds.

Metode kulturasi fragmented media beds, khususnya Bato Bucket dan Aroponic Verticulture memiliki banyak keunggulan dalam hal kontrol penyakit, efesiensi dan kemudahan pemeliharaan.

Sistem ini merupakan sistem kulturisasi yang paling bergantung pada adanya teknologi kontrol dan otomatisasi agar dapat beroperasi secara optimal.

Oleh karena itu, PRITA Laboratory berfokus untuk menyediakan fasilitas untuk penelitian dan pengembangan di kedua sistem tersebut.

PRITA Laboratory merupakan produk unggulan Undiknas untuk membantu ekonomi petani yang ada di Desa Binaan Undiknas.

Petani di Desa Penebel Kabupaten Tabanan akan dipermudah dari segi perawatan dan pemeliharan tanaman.

Selain itu, PRITA juga menargetkan luaran berupa artikel penelitian serta produk berupa purwarupa siap uji yang berkaitan dengan piranti cerdas,

emebedded system, artificial intelligent, expert system, serta sistem mandiri energi yang menggunakan sumber energi terbarukan untuk mentenagai kulturasi pangan. (rba)

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

3 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago