tanpa-band-mebasa-bali-pramusti-sebut-soundrenaline-2018-rugikan-bali
FESTIVAL musik Soundrenaline 2018 yang digelar di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Badung menuai kecaman.
Kecaman luas terhadap gelaran festival musik tahunan, ini setelah penyelenggara tak melibatkan band atau musisi Mebasa (berbahasa) Bali.
Bahkan, protes bukan hanya datang dari pengemar lagu mebasa Bali, tapi juga datang dari persatuan artis, musisi, pencipta lagu dan insan seni (Pramusti) Bali.
Ketua Pramusti Bali, I Gusti Ngurah Murthana, menilai, dengan tidak dilibatkannya band dan musisi mebasa Bali, hal itu sangat kontradiktif dengan kebijakan gubernur Bali yang baru.
“Apalagi sekarang ini, Gubernur Bali yang baru sedang konsen dalam pelestarian bahasa Bali.
Pasalnya usai dilantik secara resmi, Gubernur sudah menyampaikan bahwa pihaknya akan mengawasi semua pementasan seni di Bali.
Seharusnya, menurut Rahman, jika penyelenggara event seperti Soundrenaline dari luar Bali, mereka wajib meberikan ruang untuk musisi yang bisa mewakili wajah Bali.
Karena musik adalah bahasa universal.
“Kalau begini otomatis kearifan atau konten lokal ditinggalkan.
Dan ini sangat merugikan Bali.
Jangan kita hanya dibebankan tiket yang mahal tapi tidak diberi ruang untuk band berbahasa Bali,” tegasnya sembari berharap agar ke depannya hal ini tidak kembali terjadi.
Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.
Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…
Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…
kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.
Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024
Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…