seniman-kartun-di-bali-minim-lemah-karena-kurang-membaca
DENPASAR – Kartunis Bali, Kadek Jango Pramartha melihat perkembangan dunia kartun di Bali masih sangat kurang.
Dalam sepuluh tahun belakangan ini, hanya melahirkan sekitar 4 sampai lima kartunis jadi. Hal itu dia ungkap dalam sebuah diskusi yang digelar oleh HMJ Ilmu Pemerintahan Fisip Warmadewa di Denpasar, Jumat sore (25/4).
“Sangat sulit menjadi seorang kartunis. Kelemahannya karena tidak suka membaca,” ujar pria yang juga sebagai founder Bog-Bog Bali Cartoon Magazine ini.
Lalu apa kiat-kiatnya untuk menjadi seorang kartunis? Bagi Jango, ada tiga unsur penting yang mesti diingat bila menjadi seorang kartunis. Yakni, etika, humor dan estetika dari kartun itu sendiri.
“Salah satu dari unsur itu tidak ada, belum dapat dikatakan sebagai kartun,” tegasnya. Tak kalah pentingnya juga, bagi Jango, kartun yang baik adalah dimana seorang kartunis dapat bersembunyi dibalik humor tersebut. Sehingga tampak cerdas.
Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.
Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…
Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…
kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.
Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024
Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…