Categories: Hukum & kriminal

Ini Jejak WN Jepang Yang Tewas Membusuk Ditunggui Dua Anjing Penjaga

GIANYAR – Warga Jepang Tsuyosi Maeyama, 50, yang tinggal di Perumahan Jadi Pesona Residence No. 11, Banjar Gumicik, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, ditemukan membusuk Selasa (1/5) kemarin.

Polisi menyebut kematian korban akibat sakit. Jasad korban langsung dibawa ke RS Sanglah Denpasar untuk kepentingan pemeriksaan luar.

Yang membuat haru, saat Yosi – sapaan Tsuyosi Maeyama meninggal, ada dua anjing peliharaannya terus menunggui jasad korban.

Anjing itu seperti tidak rela sang tuan menghadapi sakaratul maut sendiri. Yang bikin haru, dua anjing itu terdiam selama menunggui jasad tuannya. Serasa merasakan kesedihan.

Lantas, seperti apa jejak Yosi sampai bisa menetap di Desa Ketewel? Perbekel Ketewel Wayan Gde Wijaya mengatakan, Yosi diketahui membeli rumah seluas kurang lebih 3 are itu sejak setahun lalu.

Dia tinggal bersama istrinya yang bolak-balik Bali-Jepang. “Tetangga di sini jarang ketemu dia. Kalau korban di Bali, istrinya di Jepang, begitu sebaliknya,” terangnya.

Selama tinggal di perumahan itu, Yosi dikenal sayang anjing, termasuk sayang anjing liar. Dia juga kerap memberi makan anjing liar.

Ada anjing putih yang tadinya koreng, ketika dirawat Yosi menjadi gemuk dan bersih seperti anjing kebanyakan.

Dengan kejadian tersebut, pihak perbekel akan berkoordinasi dengan prajuru desa pakraman. “Ini harus dicaru, tapi kami akan koordinasi dulu, siapa yang bertanggungjawab untuk caru,” terangnya.

Wijaya mengaku, selama ini tidak pernah ada laporan ada warga asing tinggal di Perumahan tersebut.

“Serba sulit kami di desa. Karena perumahan ini ada di jalur by pass (IB Mantra, red). Lalu kami sudah tidak diperbolehkan memungut iuran. Bahkan desa juga tidak boleh. Jadi untuk pendataan sulit,” akunya.

Bahkan, apabila menganggarkan biaya untuk mendata, perlu melihat aturan di pusat. “Apakah boleh dana desa dipakai mendata penduduk. Di satu sisi, tidak semua tuan rumah melapor ke desa tentang warganya,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Sukawati, Kompol Pande Sugiharta, menyatakan kepolisian bersama petugas medis sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Bahkan, jasad korban juga sudah dicek. “Tidak ditemukan tanda kekerasan, termasuk gigitan anjing tidak ada. Korban sakit,” jelasnya.

Diperkirakan korban meninggal tiga hari yang lalu. Untuk sementara, jasad korban dititipkan di ruang jenazah RS Sanglah Denpasar

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

1 minggu ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago