Categories: Hukum & kriminal

Psikiater Sebut Jika Korban Takut, Kepuasan Pelaku Makin Dahsyat

Aksi video pria yang sengaja menunjukkan alat vital di depan perempuan di Jalan Plawa Denpasar sudah viral di media social.

 

Meski bukan kali pertama, munculnya perbuatan tak senonoh itu sangat meresah warga, khususnya kaum hawa.

 

Lalu apa kata psikiater terkait aksi ini?

 

MARCELL PAMPUR, Denpasar

 

Psikiater RSUD Wangaya I Gusti Rai Wiguna SpKJ menilai, aksi pria yang sengaja menunjukkan alat vital di depan perempuan itu merupakan gangguan psikiatri seksual golongan paraphilia, atau spesifiknya dinamakan exhibitionism. 

 

“Dimana pelaku mendapat kepuasan seksual dari memperlihatkan alat kelamin ataupun aktivitas seksualnya misalnya masturbasi ke pada orang lain,” kata psikiater di klinik SMC dan RSUD Wangaya ini, Rabu (1/5).

 

Dijelaskannya bahwa kenikmatan yang didapatkan oleh para pelaku ini didapatkan dari reaksi orang-orang atau korban, khususnya kaum hawa . Bahkan jika korban beraksi seperti terkejut, marah ataupun takut, justru hal itu akan membuat sensasi kepuasan pelaku bertambah.

 

Sensasi kepuasan yang mereka dapatkan sangat meluap-luap. Bahkan mereka lebih mengalami kepuasan yang lebih dasyat dari aktivitas tidak biasa itu ketimbang kepuasan yang didapatkan dari berhubungan seksual secara normal dengan pasangan.

 

Menurut WIguna, kelainan orientasi seksual ini sendiri disebabkan oleh beragam faktor. Baik itu dari luar mapun daribdalam diri sendiri.

 

“Misalnya pengalaman buruk masa lalu utamanya masa kecil, kekerasn fisik, emosional dan seksual yang dialami sebelumnya dan banyak lainnya,” tambah Rai Wiraguna.

 

Lantas apa yang perlu dilakukan jika bertemu dengan para exhibisionist  ini. Dijelaskan Rai, bahwa kata kuncinya, bahwa yang dinikmati pelaku adalah reaksi korbannya. Misalnya reaksi takut, tertawa, matah teriakan, ataupun mendekati pelaku.

 

 

Jadi sebaiknya yang perlu dilakukan jika bertemu dengan mereka adalah menghindari dengan roman muka yang cuek saja. “Reaksi takut, tertawa, jijik dan marah itulah yan dinikmati pelaku.

 

Lebih baik dingin, foto dan menjauh. Kemudian, fotonya dilaporkan ke polisi sehingga polisi atau keamanan punya daftar orang itu. Sehingga kejadian ini akan makin minim dan jarang berulang kembali,” tukasnya.

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

3 minggu ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago