Categories: Hukum & kriminal

Awas! Wanita Rentan Jadi Korban Cuci Otak Pelaku Terorisme

DENPASAR- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Nasional terus menghimbau dan mengingatkan masyarakat untuk terus waspada akan bahaya terorisme.

 

Salah satu himbauan BNPT yakni terkait keterlibatan dan peran aktif kaum perempuan dalam aksi terorisme.

 

Jika sebelumnya aksi terorisme dilakukan para kaum adam (laki-laki), terbaru BNPT menengarai adanya  keterlibatan aktif perempuan dalam aksi terorisme.

 

Seperti disampaikan Kasi Partisipasi Masyarakat BNPT  Nasional Setyo Pranowo. Dikonfirmasi di sela Rembug Aparatur Kelurahan dan Desa Tentang Literasi Informasi Melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Bali, di Sanur, Denpasar Selatan, Kamis (23/5), ia mengatakan jika ada pergeseran peran pelaku terorisme.

 

 

Dikatakan, jika sebelumnya aksi terorisme didominasi kaum laki-laki, namun saat ini muncul indikasi adanya peran aktif kaum perempuan dalam aksi teroris di Indonesia.

 

“Dulu, kaum wanita dalam dunia terorisme itu hanya sebagai pendukung. Sekarang kaum wanita bisa menjadi ujung tombak dalan aksi terorisme,” tegas Setyo Pranomo

 

Dicontohkan, adanya pergeseran peran aktif pelaku terorisem dari kaum adam ke kaum hawa ini, seperti yang terjadi pada kasus terorisme di Sibolga, Sumatera Utara beberapa pekan lalu.

 

Dikatakan, pada aksi terorisme di Sibolga, aksi peledakan diri justru dilakukan istri dari pelaku terorime bernama Solimah.

 

Kata Setyo Pranowo, Solimah nekat meledakkan diri di rumahnya saat polisi melakukan upaya penangkapan.

 

“Artinya teroris wanita bisa berlaku lebih keras dari pada teroris pria. Mereka kerap menjadi pelaku bom bunuh diri dalam beberapa aksi teror yang terjadi di Indonesia maupun di luar Indonesia,”imbuhnya.

 

Adapun factor yang mendorong kaum hawa melakukan aksi nekat itu, selain factor emosional, kaum perempuan juga dikatakan memiliki sifat yang lebih sensitive dan kepekaan dibandingkan pria.

 

Akibat factor-faktor itu, kata Setyo Pranowo, kaum perempuan lebih mudah dan rentan untuk didoktrin atau cuci otak  oleh pelaku terorisem. “Salah satunya adalah menganggap darah orang lain halal untuk dibunuh,”tukasnya.

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago