Categories: Hukum & kriminal

Duit TPPU Rp 150 M Tomi Kecil Mengalir ke Adik Ipar hingga Pejabat BPN

DENPASAR  – Ke mana saja aliran dana Rp 150 miliar yang menyeret mantan Wagub Bali I Ketut Sudikerta ke dalam bui perlahan mulai terkuak.

Data yang didapat Jawa Pos Radar Bali ini, duit yang diduga dapat dari hasil tindak pidana penipuan dan pencucian uang (TPPU) itu mengalir setidaknya ke sepuluh pihak.

Informasi yang didapat Jawa Pos Radar Bali, dana mengalir ke pejabat Badan Pertanahan Negara (BPN), pengacara, kolega, hingga adik ipar Sudikerta.

Menanggapi asal-usul dana yang digunakan Sudikerta, Nyoman Darmada, anggota tim kuasa hukum Sudikerta menyebut kliennya tidak menggelapkan uang siapapun.

Sebab, uang yang digunakan Sudikerta merupakan uang sah milik PT Pecatu Bangun Gemilang (PBG). PT PBG adalah perusahaan yang didirikan Sudikerta.

Dalam PT PBG itu, Sudikerta memang tidak menjabat apapun. Namun, istri Sudikerta yaitu Ida Ayu Ketut Sri Sumiantini menjabat sebagai komisaris utama.

Uang Rp 150 miliar tersebut menurut Darmada berasal dari pembayaran saham 55 persen yang dibayarkan PT Marindo Invstama, anak perusahaan PT Maspion Group.

“Uang yang digunakan (Sudikerta) itu sah milik PT Pecatu Bangun Gemilang. Karena sudah menerima pembayaran saham, mau dikemanakan uang itu terserah PT PBG.

Mau beli apapun dan diberikapan kepada siapapun itu mutlak hasil penjualan saham,” ujar Darmada, kemarin.

Menurut Darmada, Sudikerta mencairkan uang dari PT PBG melalui direktur utamanya bernama Gunawan Priambodo. “Jadi, uang yang ditransfer itu mutlak milik PT Pecatu Bangun Gemilang Persada,” imbuhnya.

Berdasar informasi tambahan, hasil penelusuran penyidik Subdit V Dit Reskrimsus Polda Bali menyebutkan dana Rp 150 miliar dikirim korban Alim Markus ke rekening PT PBGP pada Desember 2013 lalu.

Uang tersebut untuk pembayaran tanah SHM No 5048 seluas 38.650 M2 dan SHM 16249 seluas 3.300 m2 yang berlokasi di Pantai Balangan, Kuta Selatan.

Sekadar mengingatkan, kasus ini berawal pada 2013 lalu saat Maspion Grup melalui anak perusahaannya PT Marindo Investama

ditawarkan tanah seluas 38.650 m2 (SHM 5048/Jimbaran) dan 3.300 m2 (SHM 16249/Jimbaran) yang berlokasi di Desa Balangan, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung oleh Sudikerta.

Tanah ini disebut berada di bawah perusahaan PT Pecatu Bangun Gemilang, dimana istri Sudikerta, Ida Ayu Ketut Sri Sumiantini menjabat selaku Komisaris Utama.

Sementara Direktur Utama dijabat Gunawan Priambodo. Setelah melewati proses negosiasi dan pengecekan tanah, akhirnya PT Marindo Investama tertarik membeli tanah tersebut seharga Rp 150 miliar.

Transaksi pun dilakukan pada akhir 2013. Nah, beberapa bulan setelah transaksi barulah diketahui jika SHM 5048/Jimbaran dengan luas tanah 38.650 m2 merupakan sertifikat palsu.

Sedangkan SHM 16249 seluas 3.300 m2 sudah dijual lagi ke pihak lain. Akibat penipuan ini, PT Marindo Investama mengalami kerugian Rp 150 miliar. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

2 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago