Categories: Hukum & kriminal

Saraf Terjepit, Kaki Kiri Terus Mengecil, Sudikerta Terancam Lumpuh

DENPASAR–Mantan Wakil Gubernur (Wagub) Bali I Ketut Sudikerta untuk pertama kalinya keluar dari Lapas Kelas II A Kerobokan.

Sudikerta keluar dari Lapas untuk menjalani pemeriksaan di RSUP Sanglah Denpasar pada Jumat (15/11).

Mendapat pengawalan ketat dari petugas kejaksaan dan kepolisian, kabar mengejutkan pun diungkap pengacaranya, Nyoman Darmada.

Menurut Darmada, selama menjalani pemeriksaan selama hampir tiga jam dari sejak pukul 08.00-11.00 Wita, Sudikerta tidak bisa mengecek sakit saraf kejepitnya. Sudikerta pun terancam mengalami kelumpuhan jika tidak segera dioperasi.

“Sekarang ini kaki kirinya mulai mengecil. Saraf kejepitnya ada di  bagian bokong. Jadi harus diambil tindakan (operasi),” ujar pengacara Sudikerta, Nyoman Darmada dikonfirmasi Sabtu (16/11).

Menurut Darmada, Sudikerta diketahui mengalami saraf kejepit sekitar dua tahun lalu.

Saat itu, Sudikerta sempat periksa ke Singapura bersamaan dengan anaknya yang juga dalam kondisi sakit.

Hasil pemeriksaan di Singapura, Mantan Wabup Badung itu harus segera diambil tindakan. Sudikerta tidak jadi dioperasi di Singapura karena fokus pada pengobatan anaknya.

“Sekarang ini kakinya dipakai menginjak terasa tertusuk-tusuk,” imbuh Darmada.

Namun, saat periksa di RSUP Sanglah, Sudikerta tidak bisa mengetahui perkembangan penyakit saraf kejepitnya.

Pengakuan Darmada, di RSUP Sanglah tidak tersedia mesin CT-scan untuk memeriksa saraf kejepit. Alat itu hanya tersedia di RS Kasih Ibu dan RS Siloam. Itu pun Sudikerta harus antre untuk bisa diperiksa.

“Kami di RS Kasih Ibu diberi jadwal pemeriksaan Rabu (20/11) malam pukul 20.00. Kalau di RS Siloam kami dikasih jadwal Desember. Kami ambil yang terdekat di RS Kasih Ibu,” tutur pengacara asal Singaraja, itu.

Meski demikian, untuk bisa periksa ke RS Kasih Ibu Sudikerta harus kembali mendapat izin dari majelis hakim. Rencananya Darmada akan mengajukan izin berobat kembali pada persidangan Selasa depan (19/11).

Saat periksa di RS Sanglah, Sudikerta hanya bisa memeriksakan gula darah dan asam uratnya saja. Sudikerta mengaku mengidap diabetes tipe-2.

“Kalau hasil pemeriksaan gula darah dan asam urat memang tinggi. Semuanya melebihi ambang batas normal,” terang pengacara senior itu.

Ditanya apakah penyakit yang diderita Sudikerta bermunculan karena stres ditahan, Darmada membantah. Katanya, penyakit yang diderita memang sudah bawaan sebelum ditahan.

Sebelumnya, dokter dari klinik Lapas Kelas IIA Kerobokan mengeluarkan rekomendasi agar Sudikerta diizinkan berobat ke RSUP Sanglah Denpasar.

Sudikerta didiagnosa mengidap tiga penyakit, yakni osteoarthinitis, diabetes dan hipertensi.

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago