Categories: Hukum & kriminal

Petani Buleleng Tewas di Sawah, Polisi Curiga Luka Terbuka di Kepala

SINGARAJA – Seorang petani ditemukan tewas di pematang sawah, dekat lahan garapannya. Saat ditemukan, petani yang diketahui bernama Ketut Sarka, 60, ternyata sudah dalam kondisi tewas.

Ditemukan sebuah luka terbuka pada kepala korban. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, Ketut Sarka yang tinggal di Banjar Dinas Ketug-Ketug, Desa Jinengdalem itu, diketahui pamit dari rumahnya pada pukul 14.00 Sabtu (4/1) siang.

Saat itu korban hendak pergi menggarap lahan sawahnya di Banjar Dinas Bukit, Desa Jinengdalem. Biasanya pada pukul 18.00 sore, korban sudah pulang ke rumah.

Anehnya hari itu, korban tak kunjung pulang. Bahkan ditunggu hingga pukul 01.30 Minggu (5/1) dini hari, korban belum juga pulang.

Istri korban, Ketut Kertianing, 57, kemudian memutuskan menghubungi Ketut Ginarka, 50, salah seorang kerabatnya.

Kertianing mengabari bahwa korban tak kunjung pulang. Keluarga ini kemudian memutuskan mencari korban di sekitar lahan garapan.

Sekitar pukul 03.00 dini hari, korban ditemukan di pematang sawah dengan kepala terendam lumpur dan sudah tewas.

Saat ditemukan korban dalam posisi tengkurap dan tangan kanan masih memegang cangkul. Temuan itu pun langsung dilaporkan ke Mapolsek Kota Singaraja.

Unit Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polsek Kota Singaraja langsung melakukan olah TKP. Selanjutnya tim PMI Buleleng langsung mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Buleleng guna dilakukan visum.

Pada pukul 07.00 Minggu pagi, dokter forensik di RSUD Buleleng sempat melakukan pemeriksaan luar. Hasilnya ditemukan luka lecet pada wajah dan sebuah luka terbuka pada kepala.

“Sebab kematiannya tidak dapat ditentukan, karena tidak dilakukan pemeriksaan dalam (otopsi, Red),” kata Kasubbag Humas RSUD Buleleng I Ketut Budiantara.

Kapolsek Kota Singaraja Kompol IGN Yudistira yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, korban diduga meninggal karena sakit.

Diduga penyakit korban kambuh yang menyebabkan korban terjatuh di pematang sawah. Karena terlambat dievakuasi, korban akhirnya meninggal dunia.

Kompol Yudistira menyebut, polisi tidak menemukan adanya indikasi kriminal. Luka terbuka di kepala, disebut dampak dari jatuhnya korban di pematang sawah.

“Jadi posisinya itu kepala yang jatuh duluan. Keluarga korban juga menyebut ada riwayat sakit. Salah satunya asam urat. Sejak awal evakuasi sampai visum, kami selalu minta keluarga mendampingi,” kata Yudistira.

Lebih lanjut ia mengatakan, polisi sebenarnya berencana melakukan otopsi untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya korban.

Hanya saja pihak keluarga menolak melakukan otopsi. Sebab jenazah korban akan langsung dikebumikan sore kemarin. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

3 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago