Categories: Hukum & kriminal

Beh, Tajen di Depan Mata, Polda Bali Ngaku Tak Tahu

DENPASAR – Keberadaan judi tajen mulai marak setelah pemberlakuan kenormalan baru. Sejumlah arena judi tajen skala besar maupun kecil begitu banyak. Namun, Polda Bali mengaku tidak tahu keberadaan tajen yang ada di depan mata itu.

“Wah, banyak sekali. Gak ada yang berani membubarkan,” kata sumber bebotoh tajen asal Abiansemal kepada radarbali.id.

Ia mencontohkan, arena judi tajen skala besar di Jalan Gunung Agung, Pemecutan, Denpasar sudah kembali buka. Bahkan, di pelosok-pelosok desa juga begitu marak.

“Contohnya lagi di Desa Sobangan, itu juga besar,” kata sumber bebotoh asal Abiansemal lainnya.

Kadiskes Badung I Nyoman Gunarta sendiri mengakui maraknya arena judi tajen belakangan ini. Bahkan ia mengkhawatirkan arena tajen menjadi klaster penularan Covid-19.

Sebelumnya, hal ini juga diakui Bupati Buleleng I Putu Agus Suradnyana beberapa pekan lalu juga menyinggung maraknya tajen. Bahkan, Agus meminta agar polisi bergerak membubarkan tajen yang dikhawatirkan menjadi klaster penularan Covid-19.

Terkait hal ini, Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Syamsi Rabu (9/9) menjelaskan bila saat ini masih ada aktivitas judi tajen di tengah masyarakat, itu di luar sepengetahuan Polda Bali.  Apalagi sejauh ini, belum ada laporan masuk dari masyarakat terkait adanya aktivitas tajen.

Bila diketahui adanya judi tajen, Syamsi menyatakan, kepolisian akan melakukan pembubaran. Hal ini guna mencegah munculnya klaster judi tajen dalam penyebaran virus covid-19.

“Kalau masih ada (aktivitas tajen) kami akan melaksanakan tindakan. Kami akan laksanakan pembubaran,” tegas Syamsi.

Menurut dia, masyarakat seharusnya mendukung upaya pemerintah dalam menekan angka penyebaran covid-19. Polisi bersama instansi terkait, juga Pol PP dan TNI sudah melakukan berbagai upaya untuk membatasi aktivitas berkumpulnya masyarakat. 

“Kami laksanakan Operasi Aman Nusa terkait pembatasan kegiatan masyarakat, terkait penertiban masker. Selama ada laporan, mungkin kami tidak menunggu adanya laporan saja. Ya, makanya kalau bisa ada informasi itu kami sudah laksanakan. Kami kan sudah melaksanakan kegiatan pembubaran massa itu,” imbuhnya. 

Ke depannya, kata Syamsi pihak kepolisian dan instansi terkait akan terus melakukan pembatasan kegiatan masyarakat terutama yang bersifat pengumpulan massa.

“Terkait penggunaan masker mengumpulkan massa yang banyak. Termasuk tajen itu kan namanya pengumpulan massa. Tapi kami turun bersama mulai dari Pol PP, TNI dan kepolisian. Kami akan bergerak bersama dalam rangka adaptasi kebiasaan baru ini,” tandas perwira dengan melati tiga di pundak ini.

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 bulan ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

1 tahun ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

2 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago