Categories: Hukum & kriminal

Polisi Usut Keracunan Massal di SMP Negeri Satu Atap 2 Kubutambahan

 

SINGARAJA– Polisi mengusut peristiwa keracunan massal yang terjadi di SMP Negeri Satu Atap 2 Kubutambahan. Polisi mengklaim kini masih menelusuri penyebab sekaligus menelusuri pihak yang bertanggungjawab terhadap peristiwa itu.

 

Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Sumarjaya mengatakan, Polsek Kubutambahan kini tengah melakukan penyelidikan terhadap hal tersebut. Tercatat ada 6 orang siswa, kepala sekolah, serta pemilik warung makan.

 

Namun Sumarjaya enggan membeberkan temuan yang didapat polisi. Alasannya hal itu masih menjadi penyelidikan polisi. Ia hanya menyatakan bahwa polisi telah menyerahkan beberapa sampel pada Laboratorium Forensik Polda Bali.

 

“Penyidik sedang bekerja. Kami sudah ambil beberapa sampel nasi bungkus dan kue yang diberikan pada siswa. Semuanya sudah kami serahkan ke Labfor untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” kata Sumarjaya saat ditemui di Mapolres Buleleng, Senin (6/6).

 

Menurutnya Labfor biasanya membutuhkan waktu hingga dua pekan untuk melakukan proses penelitian di laboratorium. Hasil laboratorium akan jadi acuan bagi penyidik untuk penyelidikan lebih jauh.

 

“Nanti akan dipelajari. Apakah itu mengandung unsur kesengajaan atau tidak, apakah ada unsur pidana atau tidak. Kami menunggu hasil labfor dulu,” imbuhnya.

 

Di sisi lain, penelusuran Jawa Pos Radar Bali, usai peristiwa keracunan massal yang terjadi pada Sabtu (4/6) lalu, ada 136 orang yang dilarikan ke rumah sakit. Sebanyak 133 orang diantaranya adalah siswa, 2 orang adalah guru, dan seorang lagi adalah staf tata usaha di SMPN Satu Atap 2 Kubutambahan.

 

Dari seratusan orang itu, sebanyak 17 orang harus menjalani rawat inap di RSUD Buleleng. Sebanyak 16 orang berstatus siswa dan seorang lainnya berstatus staf tata usaha. Mayoritas menjalani perawatan selama semalam. Hanya ada 2 orang siswa yang menjalani perawatan selama 2 malam karena mengalami dehidrasi.

 

“Hari ini semuanya sudah dinyatakan sehat. Tidak ada lagi yang dirawat di rumah sakit,” kata Kepala SMPN Satu Atap 2 Kubutambahan, Komang Rupada.

 

Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa keracunan massal terjadi pada Sabtu (4/6) lalu. Siswa dan guru di SMPN Satu Atap 2 Kubutambahan keracunan setelah mengonsumsi nasi bungkus yang dibagikan pada acara perpisahan sekolah.

 

Mereka sempat dilarikan ke Puskesmas Kintamani III di Desa Belantih, Kecamatan Kintamani. Karena pasien terus berdatangan, tim medis menyarankan agar siswa dilarikan ke RSUD Giri Emas. Sayangnya tenaga medis di RSUD Giri Emas juga terbatas, sehingga mereka dirujuk ke RSUD Buleleng dan beberapa rumah sakit swasta lain di Singaraja. (eps)

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 bulan ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

1 tahun ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

2 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago