alexametrics
30.5 C
Jakarta
Friday, May 27, 2022
spot_img

Tangkap 3 Ulama Terkait Terorisme, Polri Berbekal Kesaksian 28 Teroris

spot_img

JawaPos.com – Polri masih mengembangkan kasus dugaan terorisme yang menjeray Ketua Umum Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI) ustaz Ahmad Farid Okbah, anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) non aktif Ahmad Zain An-Najah, dan Anung Al Hamat. Ketiga ditangkap berdasarkan keterangan tang didapat dari 28 anggota Jamaah Islamiyah (JI) yang telah ditangkap terlebih dahulu.

“Para tersangka yang telah tertangkap terdahulu, menerangkan kepada penyidik bahwa ketiga orang tersebut terlibat dalam aktivitas pendanaan kelompok teroris JI,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono kepada wartawan, Kamis (18/11).

Berbekal dari informasi tersebut, Tim Detasemen Khusus (Densus) Antiteror Polri mulai melakukan penyelidikan. Setelah mendapat cukup alat bukti, penangkapan dilakukan.

“Itu menjelaskan keterlibatan yang bersangkutan, ditambah juga ada beberapa barang bukti yang didapatkan. Sehingga dengan barang bukti tersebut Densus memikiki keyakinan yang bersangkutan terlibat di dalam kelompok teroris JI,” jelas Rusdi.

Sebelumnya, Densus 88 Antiteror Polri telah menangkap 3 terduga teroris pada Selasa (16/11). Mereka yakni anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ahmad Zain An-Najah (AZ), ustad Anung Al Hamat (AA), dan Ketua Umum Partai Dakwah Indonesia (PDRI) ustad Ahmad Farid Okbah.

Baca Juga:  Kotak Pandora Terorisme

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, ketiganya diduga terlibat dengan kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI). Seperti Ahmad Zain diduga sebagai salah satu orang penting di tubuh JI.

“AZ keterlibatan Dewan Syuro JI dan Ketua Dewan Syariah LAZ BM Abdurrahman Bin Auf,” kata Ramadhan dalam keterangan tertulis, Selasa (16/11).

Kemudian Anung adalah anggota pengawas Perisai Nusantara Esa Tahun 2017. Dia juga pengurus atas atau pengawas kelompok JI.

Sedangkan, Farid Okbah berperan sebagai tim sepuh atau Dewan Syuro JI dan anggota Dewan Syariah LAZ BM Abdurrahman bin Auf. “Sekitar 2018 memberikan uang tunai Rp10 juta untuk Perisai Nusantara Esa,” imbuh Ramadhan.

Farid juga terindikasi memberikan solusi kepada teroris yang telah ditangkap, Arif Susanto. Di pula yang membuat wadah baru pasca penangkapan Aji Parawijayanto. “Adapun partai yang dibentuk oleh Farid Ahmad Okbah dan Ahmad Zain adalah Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI),” jelas Ramadhan.






Reporter: Benny Hidayat

JawaPos.com – Polri masih mengembangkan kasus dugaan terorisme yang menjeray Ketua Umum Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI) ustaz Ahmad Farid Okbah, anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) non aktif Ahmad Zain An-Najah, dan Anung Al Hamat. Ketiga ditangkap berdasarkan keterangan tang didapat dari 28 anggota Jamaah Islamiyah (JI) yang telah ditangkap terlebih dahulu.

“Para tersangka yang telah tertangkap terdahulu, menerangkan kepada penyidik bahwa ketiga orang tersebut terlibat dalam aktivitas pendanaan kelompok teroris JI,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono kepada wartawan, Kamis (18/11).

Berbekal dari informasi tersebut, Tim Detasemen Khusus (Densus) Antiteror Polri mulai melakukan penyelidikan. Setelah mendapat cukup alat bukti, penangkapan dilakukan.

“Itu menjelaskan keterlibatan yang bersangkutan, ditambah juga ada beberapa barang bukti yang didapatkan. Sehingga dengan barang bukti tersebut Densus memikiki keyakinan yang bersangkutan terlibat di dalam kelompok teroris JI,” jelas Rusdi.

Sebelumnya, Densus 88 Antiteror Polri telah menangkap 3 terduga teroris pada Selasa (16/11). Mereka yakni anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ahmad Zain An-Najah (AZ), ustad Anung Al Hamat (AA), dan Ketua Umum Partai Dakwah Indonesia (PDRI) ustad Ahmad Farid Okbah.

Baca Juga:  Kejagung Ganti Aspidum Kejati Jabar Imbas Perkara KDRT di Karawang

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, ketiganya diduga terlibat dengan kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI). Seperti Ahmad Zain diduga sebagai salah satu orang penting di tubuh JI.

“AZ keterlibatan Dewan Syuro JI dan Ketua Dewan Syariah LAZ BM Abdurrahman Bin Auf,” kata Ramadhan dalam keterangan tertulis, Selasa (16/11).

Kemudian Anung adalah anggota pengawas Perisai Nusantara Esa Tahun 2017. Dia juga pengurus atas atau pengawas kelompok JI.

Sedangkan, Farid Okbah berperan sebagai tim sepuh atau Dewan Syuro JI dan anggota Dewan Syariah LAZ BM Abdurrahman bin Auf. “Sekitar 2018 memberikan uang tunai Rp10 juta untuk Perisai Nusantara Esa,” imbuh Ramadhan.

Farid juga terindikasi memberikan solusi kepada teroris yang telah ditangkap, Arif Susanto. Di pula yang membuat wadah baru pasca penangkapan Aji Parawijayanto. “Adapun partai yang dibentuk oleh Farid Ahmad Okbah dan Ahmad Zain adalah Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI),” jelas Ramadhan.






Reporter: Benny Hidayat

Artikel Terkait

spot_img

Most Read

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img
/