Categories: Nasional

Batal Berdoa ke Besakih, Doakan Gunung Agung dari Gunung Lebah

Erupsi Gunung Agung terdengar sampai ke penjuru dunia, salah satunya Jepang. Sebanyak enam pendeta Budha dari Jepang tiba ke Bali.

Mereka awalnya hendak mendoakan Gunung Agung dari Pura Besakih supaya berhenti “batuk”. Tapi karena situasinya dipandang berbahaya, enam pendeta itu  berdoa di Pura Gunung Lebah, Ubud.

 

IB INDRA PRASETIA, Ubud

BENCANA  Gunung yang memuntahkan abu vulkanik, lahar hingga memaksa warga mengungsi membuat iba banyak pihak. Keprihatinan juga muncul dari enam orang pendeta Budha.

Tokoh Puri Ubud, Tjokorda Gede Raka Sukawati yang telah berteman sejak lama dengan pihak pendeta Budha di Jepang pun beberapa kali dikontak dari Jepang.

Sejak Gunung Agung “batuk”, enam pendeta dari Jepang berniat untuk ke Bali. Mereka ingin mendoakan Bali langsung dari Bali.

“Setelah nonton bencana Gunung Agung lewat media televisi di Jepang, mereka merasa prihatin dan memaksakan untuk datang ke Bali,” ujar pria yang akrab disapa Cok De kemarin.

Setibanya di Bali, enam pendeta ini ingin berdoa langsung ke Pura Besakih. Tapi, situasi di Besakih kini dipandang cukup rawan. Apalagi Besakih masuk kawasan rawan bencana.

“Sempat kami berikan pemahaman supaya tidak ke Besakih karena situasinya. Akhirnya kami berikan opsi untuk melakukan

sembahyang saja di Pura Gunung Lebah,” jelas Cok De yang juga Ketua Lembaga Pemasyarakatan Desa (LPM) Ubud itu.

Menurut Cok De, Pura Gunung Lebah yang berada di Ubud ini juga punya kaitan yang erat dengan Pura Besakih.

Itu karena dalam sejarahnya, Pura Gunung Lebah berkaitan dengan kedatangan Rsi Markandya ke Bali. Jadi sebelum menancapkan Panca Datu di Pura Besakih, Rsi Markandya ini sempat ke Ubud.

Di Ubud, Rsi Markandya tiba di persimpangan dua sungai atau disebut Campuhan. Pertemuan dua sungai itu adalah Sungai Wes Kangin (Timur) dan Wes Kauh (Barat).

Disanalah Markadnya bersemedi kemudian membangun Pura Gunung Lebah. “Karena Pura Gunung Lebah secara historis ada kaitan dengan Pura Besakih,

maka kami sarankan untuk berdoa di Pura ini saja,” ujar Cok De yang juga Pangempon Pura Gunung Lebah itu.

Di Pura Gunung Lebah, enam pendeta itu berdoa pada Minggu sore. Dengan jubah kebesaran, pendeta tersebut berdoa dengan tata cara Budha.

“Menggunakan tata cara persembahyangan masing-masing. Intinya memohon kedamaian alam. Sehingga bencana ini cepat berlalu,” ungkap dosen Fakultas Ekonomi Unud itu.

Menurut Cok De, enam pendeta Budha dari Jepang ini sebelumnya sudah sempat ke Bali pascatragedi bom Bali.

Hanya saja kala itu kedatangan mereka dengan rombongan lebih besar, yakni sebanyak 50 orang. Sebelumnya, tujuan mereka berdoa untuk memohon kedamaian dunia

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 bulan ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

1 tahun ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

2 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago