Categories: Nasional

Partisipasi Pemilih Pilgub Turun, KPU: Kualitas Calon Ikut Berpengaruh

DENPASAR – KPU Bali dipastikan gagal memenuhi target partisipasi pemilih dalam Pilkada Serentak 2018. Partisipasi pemilih pada Pilkada Serentak 2018 kali ini hanya 72,09 persen.

“Berdasar hasil hitung cepat KPU Pusat 72,09 persen (Pilgub Bali 2018, red). Bagi kami itu sudah angka partisipasi yang tinggi. Dulu (Pilgub Bali 2013, red) angka partisipasi 74,06 persen,” ujar Ketua KPU Bali I Dewa Kade Raka Sandi.

Menurut Raka Sandi, perolehan angka tersebut didapat di tengah keterbatasan pihaknya, khususnya dalam hal dana.

“Memang lebih rendah dari dulu lagi 2 persen. Angka 72 persen itu di tengah-tengah keterbatasan kita,” ucapnya semangat.

Komisioner KPU Bali Wayan Jondra menambahkan, berdasar hasil penelitian di Buleleng tahun 2017 lalu menunjukkan partisipasi pemilih ditentukan oleh beberapa hal.

Antara lain kualitas calon, keakuratan DPT, dan imbalan yang ada. “Misalnya berupa undian. Kalau ada undian tentu masyarakat semangat untuk hadir.

Dalam perencanaan awal, kami punya rencana membuat undian dengan hadiah mobil dan sepeda motor. Dengan sistem online begini kan sebenarnya gampang pengundiannya.

Tapi, karena masalah anggaran jadi dihapus,” terangnya sembari menyebut anggaran klop dari Pemprov Bali baru komplit diterima KPUD Bali H-1 atau Selasa (26/6). 

Tentang partisipasi pemilih yang anjlok, Jondra tak menampik sangat bertalian dengan pemotongan anggaran oleh Pemprov Bali dan DPRD Bali.

Dirinya juga sepakat dengan pernyataan anggota DPD RI, Wayan Gede Pasek Suardika bahwa DPRD Bali sekaligus Pemprov Bali mau tidak mau harus bertanggung jawab pada turunnya partisipasi pemilih.

Pemotongan anggaran, terangnya, membuat sosialisasi yang massif tak bias diberikan kepada masyarakat.

Raka Sandi menambahkan rencana undian berhadiah mobil dan sepeda motor ditilik dari kesadaran berdemokrasi memang kurang ideal,

namun bila berbicara soal upaya mendongkrak partisipasi pemilih guna mengejar target nasional 77,5 persen, strategi tersebut diyakini berhasil.

“Kondisi saat ini dengan anggaran yang terbatas pun masyarakat tetap memilih. Yang kita syukuri dari sekian tahapan dari awal sampai akhir tidak ada kekerasan; tidak ada konflik yang betul-betul perlu diatensi,” terangnya. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak
Tags: golput naik

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

3 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago