Categories: Nasional

Evaluasi Bawaslu; Distribusi Logistik Bermasalah,Ungkap Serangan Fajar

DENPASAR – Riak-riak permasalahan mewarnai pelaksanaan  Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Rabu kemarin.

Selain persoalan logistik yang baru didistribusikan pada hari H, ada juga persoalan pidana macam dugaan politik uang atau money politics.

Bahkan dari segi pelaksanaan, ada satu TPS atau tempat pemungutan suara yang berpotensi melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU).

Di kabupaten Buleleng juga terjadi kemoloran pemungutan suara. Lantaran keterlambatan datangnya logistik. 

 Sejumlah persoalan terjadi, khususnya menyangkut persiapan pemungutan suara. Bahkan ada TPS atau tempat pemungutan suara yang baru dibuka pada pukul 08.00.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bali I Ketut Ariyani mengatakan, situasi itu terjadi pada tiga TPS di Kelurahan Banyuning, Singaraja. Tepatnya di TPS 22, 23, dan 24. 

Menurutnya, ketiga TPS itu terlambat dibuka karena faktor kesiapan logistik. Logistik untuk ketiga TPS itu baru tiba di TPS baru didistribusikan pada hari H. Sekitar pukul 06.00.

“Semestinya sudah didistribusikan pada H-1. Namun baru didistribusikan pada hari H. Sekitar pukul 06.00,” jelas Ariyani saat disinggung situasi umum pelaksanaan Pemilu 2019.

Mengenai adanya dugaan politik uang, Ariyani mengatakan, dugaan itu terjadi di Desa Sudaji, Kecamatan Sawan.

Namun Ariyani enggan mengulas lebih jauh soal dugaan pelanggaran tersebut. Termasuk siapa pelakunya. 

“Masih dalam proses (pemeriksaan). Dan, pemeriksaan ini juga akan melalui pembahasan bersama Gakumdu,” sebutnya. 

Secara umum pelaksanaan pemilu di beberapa tempat di Bali mengalami kendala. Khususnya menyangkut logistik.

“Secara umum ada kendala sedikit. Pada logistik. Dan itu mempengaruhi kesiapan di TPS,” pungkas Ketut Ariyani.

Selain itu, adanya juga kericuhan di TPS 05 di Kelurahan Dauh Puri Kecamatan Denpasar Barat. Karena ada salah satu warga memilih dengan e-KTP luar Denpasar dan tanpa A5 (surat pindah memilih). 

Ketua KPU Denpasar, I Wayan Arsa Jaya membenarkan ada masyarakat di luar Denpasar ingin menggunakan hak pilih sehingga terjadi kericuhan di TPS tersebut dan pihak yang protes itu juga mendatangi KPU Denpasar. 

“Agak ricuh sedikit. Sama denga  mempertanyakan. Ramai-ramai menanyakan itu ke KPU Denpasar.   Itu karena Ada hoax ada keputusan MK bisa pakai e-KTP,” ungkapnya. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

2 minggu ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago