Categories: Nasional

Diadukan ke Bawaslu, Caleg Nasdem Somvir Anggap Bagian Manuver Politik

SINGARAJA – Calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Nasdem, Somvir, memilih bersikap santai terhadap aduan money politic yang dilayangkan ke Bawaslu Buleleng.

Somvir menilai laporan tersebut merupakan hal yang wajar dalam pesta demokrasi. Ditemui di Lovina kemarin (23/4), Somvir menyebut laporan money politic itu sudah melalui saluran yang tepat.

“Ada Bawaslu, jadi silakan saja dilaporkan. Nanti mereka (Bawaslu, Red) yang menyatakan salah atau tidaknya,” kata Somvir.

Ia menilai tuduhan dan laporan tersebut merupakan dinamika dalam dunia politik. Pria yang juga sempat maju sebagai caleg pada tahun 2014 lalu itu, menduga ada manuver politik terkait hal tersebut.

Sebab itu ia kini memilih menunggu hasil klarifikasi dari Bawaslu Buleleng, terkait aduan money politic yang juga mencatut namanya.

“Namanya politik itu kepentingannya berbeda-beda. Ada yang kecewa, kurang puas, cemburu, itu biasa,” imbuhnya.

Kalau toh nantinya ia diminta memberikan klarifikasi pada Bawaslu Buleleng, Somvir mengaku siap memberikan keterangan.

Ia juga menyanggupi bertemu dengan para pengurus Partai Nasdem, menyusul santernya informasi terkait money politic yang menyeret namanya.

Disisi lain, Bawalu Buleleng kemarin masih terus melakukan proses klarifikasi terkait laporan money politic yang disampaikan Nyoman Redana.

Siang kemarin Bawaslu Buleleng mengundang seseorang yang bernama Subrata asal Desa Banjar Tegeha.

Subrata disebut-sebut sebagai salah satu orang yang turut menyalurkan dana dalam transaksi money politic itu.

Hingga sore kemarin belum ada keterangan resmi dari Bawaslu Buleleng terkait proses klarifikasi tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, Nyoman Redana mengadukan kasus dugaan money politic ke Bawaslu Buleleng. Uniknya Redana merupakan salah satu orang yang terlibat aktif dalam peristiwa tersebut.

Redana menerima uang sebanyak Rp 5 juta dari Subrata. Uang itu digunakan untuk “membeli” suara 50 orang warga.

Namun, Redana hanya sempat menyalurkan uang pada 10 orang warga di Banjar Dinas Munduk Uaban, Desa Pedawa. Masing-masing menerima Rp 100 ribu.

Belakangan Redana mengadukan kasus tersebut karena merasa lelah diteror via telepon. Teror itu ia terima lantaran perolehan suara tak mencapai target. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak
Tags: caleg nasdem

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

2 minggu ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago