Categories: Nasional

Tak Bisa Asal Bongkar, Stop Renovasi karena Bisa Hilangkan Sejarah

Renovasi bangunan kuno tidak bisa dilakukan secara serampangan, asal-asalan. Tanpa riset, situs-situs tua bersejarah bisa tinggal cerita.

 

NI KADEK NOVI FEBRIANI, Denpasar

REKAM jejak masa lalu adalah pijakan untuk melangkah ke depan. “Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah,” begitu petuah Bung Karno, mengingatkan tentang pentingnya menjaga dan menghayati sejarah. 

Begitu juga terkait pelestarian situs maupun pura di Bali. Kerap terjadi pembongkaran, tanpa mengkaji terlebih dulu bagaimana historis pura tersebut.  

 

Beberapa kali terjadi pembongkaran pura maupun situs bersejarah karena kurangnya pengetahuan. Permasalahan itu menjadi sorotan Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra.

Putra mantan Gubernur Bali IB Mantra, ini meminta kepada bendesa, sebagai pemimpin di desa adat supaya berhati-hati dalam melakukan renovasi pura.

Karena kalau dilakukan asal-asalan bisa merusak jejak sejarah masa lalu. Pihaknya meminta pembongkaran tersebut dipikirkan terlebih dulu sebelum mengganti dengan bangunan pura yang baru.

Perlu riset jelas soal itu.

“Untuk Jero Bendesa, kalau ada renovasi pura, sebaiknya pikirkan dulu. Di Kota Denpasar sudah ada orang yang memiliki sertifikat di Dewan Kota Pusaka

yang menilai bangunan tersebut sebelum membongkar. Jangan cepat-cepat  membongkar dan membuat yang baru.

Kita bisa kehilangan cerita sejarah,” papar Rai Mantra, pada Seminar Nasional Dewan Kota Pusaka Indonesia  di Hotel Grand Santhi,  Denpasar, kemarin.

Old is gold. Seperti itulah kira-kira yang dimaksud Rai Mantra.  Lebih jauh dia mencontohkan motif patra di salah satu bangunan di Sanur.

Walaupun kecil dan letaknya di pojok, namun motif patra tersebut memiliki cerita dan peradaban yang mendalam.

“Jangan baru ada uang lalu dihabiskan (untuk membangun pura baru). Jika bangunan tersebut memiliki nilai dan dibongkar begitu saja, berarti kita kehilangan pengetahuan untuk mengetahui tingkat peradaban,” kata Rai Mantra.

Ia mengatakan bangunan yang dianggap memiliki nilai historis (sejarah) harus terdata dan ada pengesahan dari Dewan Kota Pusaka.

Oleh karena itu, sebelum melakukan pembongkaran  Jero Bendesa harus mendatangkan tim dari Dewan Kota Pusaka.

Dengan adanya pengesahan, ini jika ingin memperbaiki maka dilakukan dengan jalan restorasi. Bukan asal membongkar saja.

Rai Mantra mengatakan, pendataan situs di Kota Denpasar masih sangat kurang dan banyak menghilangkan sejarah.

“Di Denpasar ada kelemahannya. Kadang dibongkar habis, sehingga tidak bisa melihat transformasi kebudayaan kita. Kebudayaan tidak lepas dari masalah warisan leluhur atau budaya,” paparnya.

Bahkan, tak hanya warisan yang berupa benda mulai hilang.  Warisan etika juga banyak yang hilang misalnya hilangnya tata susila maupun filsafat.

“Warisan etika banyak yang hilang, misalnya perilaku, karena kebudayaan tak hanya fisik saja, namun ada filsafat, tata susila banyak yang hilang,” papar wali kota dua periode ini,  

Rai Mantra menambahkan, penataan tata ruang juga sangat mendukung kebudayaan. Antara lokasi dan bangunan yang memiliki nilai historis harus dipisahkan pembangunannya dengan bangunan yang baru.

“Bangunan tampak luar juga menunjukkan peradaban kita,” kata Rai Mantra. Kadis Kebudayaan Kota Denpasar IGN Bagus Mataram mengatakan bahwa seminar nasional yang

mengangkat tema : Pemajuan Kebudayaan, Kebangkitan Kota Budaya dan Dewan Kebudayaan Berbasis Kearifan Lokal, dan Strategi Nasional Menuju Kebahagiaan, ini diikuti 200 peserta dari beragam stakeholder.”

Adapun tujuan pelaksanaan kegiatan ini secara umum adalah untuk membangkitkan semangat sebagai kota budaya dan Dewan Kebudayaan yang kokoh dalam fungsi dan community based.

Selain itu, juga sebagai upaya untuk memberdayakan Dewan Kebudayaan dan Kota Budaya Denpasar bagi pemajuan kebudayaan.

“Tentu, dari seminar nasional ini kami berharap mampu menjadi acuan dalam penyusunan program kerja di masing-masing OPD yang bermuara pada pemajuan kebudayaan,” kata Mataram. (*)

 

 

 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

5 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago