Categories: Nasional

Hadiri HUT ke-76 Bhayangkara, DPP LDII Sepakat Arahan Presiden Jokowi

SEMARANG, radarbali.id- Ketua DPP LDII Singgih Tri Sulistiyono menghadiri HUT Bhayangkara ke-76 di Semarang, Jawa Tengah.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri sekaligus memberikan arahan dalam acara tersebut.
Menurutnya dengan organisasi yang bekerja sampai pedesaan, masyarakat bisa menilai langsung kinerja kepolisian.
“Di mana pun anda bertugas langsung dinilai diawasi oleh rakyat. Apakah sesuai dengan harapan rakyat. Survei Kompas, 58 persen responden menilai tindakan Polri sudah sesuai dengan visi Presisi, namun 28,6 persen menyatakan belum sesuai,” ujar Presiden Jokowi.
Ia mengingatkan tugas Kepolisian dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pada era pandemi Covid-19 yang belum usai, pemindahan ibu kota, hingga pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20.
“Tugas berat kita masih banyak, pandemi Covid-19 masih perlu penanganan yang serius. Kedua, kita waspada dengan ketidakpastian global, krisis energi, pangan, dan keuangan,” ujar Jokowi. Oleh sebab itu, menurutnya, Polri harus memastikan kamtibmas, agar bangsa Indonesia lebih kokoh dalam menghadapi tantangan.
“Ketiga harus makin siap menghadapi ancaman kejahatan berbasis teknologi terbaru, Polri harus lebih maju dibanding pelaku kejahatan, polri harus berinovasi meningkatkan penguasaan teknologi,” ujarnya.
Menanggapi pidato Presiden Jokowi, Ketua DPP LDII Singgih Tri Sulistiyono yang mewakili DPP LDII menghadiri acara tersebut, mengingatkan semua pihak mengenai tantangan global yang sedang dihadapi bangsa di seluruh dunia.
Singgih yang juga Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Diponegoro, mengatakan tema HUT Bhayangkara kali ini bertema “Untuk Kepolisian yang Presisi”, selaras dengan visi misi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) yang menginginkan zero error dalam rangka berdakwah di dalam bingkai NKRI.
Yang kedua, LDII juga merasa pada saat ini, tantangan yang disampaikan oleh Presiden Jokowi terkait perubahan teknologi, ancaman krisis pangan dan energi dialami langsung oleh masyarakat.
Untuk itu, DPP LDII meminta masyarakat terutama warganya untuk meringankan beban pemerintah.
“Krisis pangan bisa disikapi dengan ketahanan pangan rumah tangga, dan krisis energi diupayakan dengan memanfaatkan energi baru terbarukan,” ujar Singgih.
Bahkan, pihaknya mendorong agar kelas menengah tidak memanfaatkan bahan bakar minyak (BBM) subsidi, agar Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tidak jebol.
Sementara yang ketiga, menurut Singgih LDII bersama dengan elemen masyarakat yang lain saling bahu membahu dalam rangka tetap mempertahankan bingkai NKRI sesuai dengan cita-cita founding father. (san/ken)
Rosihan Anwar

Share
Published by
Rosihan Anwar

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

2 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago