tanggapi-ganti-presiden-tjahjo-kumolo-jangan-ganggu-negara-ini
DENPASAR – Jelang pemilihan presiden (Pilpres) 2019, Mendagri Tjahjo Kumolo menyindir kampanye-kampanye yang sudah dilakukan sejumlah pihak.
Apalagi, materi muatan kampanye yang dilakukan pengusung capres – cawapres membonceng isu radikalisme.
Menurut Mendagri Tjahjo Kumolo, bila hal itu terjadi di Bali, Kepala BIN Daerah harus memberikan masukan ke pihak TNI dan Polri demi menjaga keamanan.
Tjahjo menyentil banyak orang yang tidak tahu ke-Indonesiaannya; yang pura-pura bukan orang Indonesia padahal mereka hidup dan makan di Indonesia.
“Yang bisa mengganti menteri ya presiden, yang bisa mengganti Kapolda ya Kapolri, yang bisa mengganti Pangdam ya Panglima TNI, isu ganti presiden 5 tahun konsolidasi pemilu.
Silakan. Tapi jangan ada boncengan-boncengan lain yang mengganggu sistem ketatanegaraan,” tegasnya.
Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…
kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.
Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024
Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…
Partai Demokrat secara tegas telah menyatakan keluar dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) serta menarik…
Shani Indira Natio mengumumkan kelulusannya dari JKT48. Usai menyampaikan kelulusannya, Gadis kelahiran Kebumen, 5 Oktober…