Categories: Politika

Abaikan Alasan IKD & KDY, Suparta: Dipecat Karena 1 Tahun Gagal Dibina

DENPASAR – DPD PDIP Bali sudah bulat mengusulkan dua kadernya IKD dan KDY untuk dipecat lantaran dinilai tidak loyal, dan disiplin pada partai.

Usulan pemecatan itu bahkan sudah ada di tangan Ketua DPD PDIP Bali Wayan Koster. Koster bahkan mengatakan tidak membutuhkan klarifikasi keduanya lantaran desas-desus keduanya sudah lama tercium di kalangan fraksi.

Yang mengagetkan, sebelum diusulkan dipecat, keduanya sudah dibina di fraksi PDIP selama setahun terakhir.

Namun, selama masa pembinaan, keduanya tidak berubah. Karena itu DPD PDIP Bali memandang tidak perlu lagi diberikan teguran

atau sanksi awal melainkan langsung dipecat meski sebatas diduga berselingkuh karena tidak ada bukti tangkap tangan.

Wakil Ketua Bidang Hukum DPD PDIP Bali Made Suparta mengatakan, walaupun KDY dan IKD koar-koar tidak tertangkap basah berduaan di dalam kamar,

namun DPD PDIP Bali punya banyak bukti lain yang indikasinya sama dengan temuan atau memberitakan di Jawa Pos Radar Bali.

Salah satunya menyangkut bukti KTP atas nama IKD. Terlebih ulah keduanya sudah menjadi sorotan publik.

“Keduanya sudah pernah diperingatkan. Kenapa yang memesan kamar si A kok yang menempati kamar si B?” kilahnya sembari mengatakan keduanya otomatis akan di PAW.

Dikonfirmasi terpisah, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Bali Ni Made Sumiati menegaskan, sudah setahun induk partai melakukan pembinaan. 

Pembinaan di lakukan lantaran ada indikasi perbuatan melawan hukum dan melanggar disiplin partai.

“Pemecatan itu dilakukan bukan tanpa dasar seperti yang di katakan keduanya di beberapa media. Tapi, semuanya sudah sesuai mekanisme seperti diatur dalam AD/ART partai,” tegas Ni Made Sumiati.

Menurutnya, pengambilan keputusan itu wajib cepat dilakukan. Takutnya, akan berimbas buruk pada nama baik PDI Perjuangan.

Sumiati menambahkan, partai tidak main-main menindak anggotanya apabila melakukan perbuatan melawan hukum.

“Seperti yang saya katakan tadi, seperti tersangkut narkoba, korupsi, dan kasus asusila (perselingkuhan).  

Nah, terkait dugaan kasus perselingkuhan dua anggota Dewan Bali itu, DPD PDIP Bali sudah sering melakukan pembinaan dalam bentuk lisan,” tambahnya.

Oleh karena itu, pernyataan keduanya di beberapa media bahwa dipecat tanpa klarifikasi dan lain-lain itu tidak penting. Pernyataan itu adalah hak ke duanya.

“Saya rasa klarifikasi itu tidak penting, karena  mereka telah melanggar mekanisme dan aturan yang ada dalam tubuh partai. Begitu,” timpal Sumiati.

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak
Tags: dprd bali

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago