Categories: Sportainment

Keren…Film Kanya Raih Juara III Film Dokumentar Kemendikbud

DENPASAR – Kabar membanggakan kembali hadir untuk dunia perfilman di Bali. Film Kanya yang disutradarai AAI Sari Ning Gayatri (SMAN 3 Denpasar) berhasil meraih juara 3

dalam Lomba film dokumenter bertema Anak Muda Melek Sejarah yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah dilakukan Jumat (5/10) lalu di Kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta.

Film Kanya menyisihkan lebih dari 400 peserta dari seluruh Indonesia. Sang Sutradara, AAI Sari Ning Gayatri mengatakan film Kanya itu menggunakan orang ketiga sebagai jembatan cerita.

“Jadi, film ini menceritakan tentang pencarian jejak kepahlawanan Ida I Dewa Agung Istri Kanya, seorang pahlawan perempuan dari Klungkung

yang sampai saat ini belum diangkat menjadi pahlawan nasional oleh seorang anak SMA,” ujar AAI Sari Ning Gayatri kepada Jawa Pos Radar Bali.

Gek Sari – panggilan akrabnya pun berharap film Kanya ini bisa berguna buat banyak orang.

“Bisa memberi informasi dan edukasi mengenai Ida I Dewa Agung Istri Kanya. Dan tentunya bisa menggemakan nama beliau lebih keras sehingga secepatnya bisa diangkat menjadi pahlawan nasional,” ujarnya.

Diketahui sebelumnya, penjurian hasil Karya Perekaman Dokumenter Sejarah melalui kegiatan Lomba Kreasi Audiovisual Sejarah (LKAS) tahun 2018 dengan tema sejarah Identitas Negeriku telah selesai dilakukan.

Pelaksanaan penjurian dilaksanakan pada Jumat, 31 Agustus 2018, diselenggarakan di Jakarta oleh Direktorat Sejarah, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Penjurian ini dilakukan oleh tim juri terdiri dari M. Abduh Aziz, S.S (Direktur PFN), Dr. Bondan Kanumoyoso (Universitas Indonesia),

Totot Indrarto (Praktisi Film), Dra. Triana Wulandari, M.Si. (Direktorat Sejarah), dan Syukur Asih Suprojo, S.S. (Direktorat Sejarah).

Dewan juri melakukan penjurian karya film dokumenter untuk memilih 10 finalis terbaik yang nantinya akan maju pada babak malam penganugerahan.

Berdasarkan hasil keputusan dewan juri menetapkan 10 karya film dokumenter untuk masuk nominasi dan keputusan dewan juri bersifat mutlak tidak dapat diganggu gugat dan Kanya pun meraih 3 terbaik.

Diketahui juga, Film Gek Sari yang lain, Penempa Bara, juga memenangi Lomba Film Dokumenter Kategori Pelajar Denpasar Film Festival (DFF) 2018.  

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 bulan ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

1 tahun ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

2 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago