Categories: Sportainment

Pencoretan 10 Cabor Masih Dibahas,Atlet & Pengurus Cabor Bernapas Lega

DENPASAR – Atlet dari beberapa cabor yang memakai regulasi batasan usia untuk berlaga di PON Papua sudah tidak perlu khawatir lagi.

Pasalnya, para atlet yang seharusnya tahun ini menjadi tahun terakhir mereka berlaga di PON, masih bisa berlaga tahun depan.

Jadi, semuanya tidak perlu khawatir lagi. Hal ini sudah diputuskan saat virtual meeting KONI Pusat dengan KONI Provinsi seluruh Indonesia kemarin.

Maklum, sebelumnya para atlet dan pengurus cabor masih bingung mengenai regulasi karena PON XX, Papua yang rencananya dihelat Oktober tahun ini, terpaksa ditunda satu tahun.

Ditundanya PON bisa saja membuat beberapa atlet yang sudah mencapai batas usia tahun ini gagal berlaga tahun depan jika seandainya regulasi justru mengikuti waktu pelaksanaan multieven olahraga empat tahunan terbesar di Indonesia tersebut.

Dalam rapat kemarin, KONI Bali diwakili langsung oleh sang ketua umum I Ketut Suwandi, Binpres Nyoman Yamadhiputra, Sekum IGN Oka Dharmawan, Wakil Ketua II Maryoto Subekti, dan Wakil Sekum Ida Ayu Ratih Herawati.

Saat diwawancaraiusai rapat yang berlangsung kurang lebih dua jam itu, Suwandi membenarkan hal tersebut.

Menurutnya, untuk sementara regulasi mengenai batasan usia tidak akan berubah dan masih tetap sama dengan regulasi awal yang dipakai untuk PON tahun ini.

“Untuk regulasi mengenai batasan usia, masih tetap dengan regulasi PON yang dijadwalkan berlangsung tahun ini. Tidak ada perubahan yang signifikan mengenai regulasi.

Meskipun kesepakatannya masih bersifat sementara, namun kami optimis jika regulasi mengenai batasan usia tidak ada perubahan,” terang pria pensiuan Dinas PU Kabupaten Badung tersebut.

Dengan adanya kesepakatan ini, sekarang hanya menunggu keputusan resmi dari pengurus besar (PB) atau pengurus pusat (PP) dari cabor agar ada dasar hukum yang jelas.

Bukan hanya batasan usia saja yang ingin ada dasar hukumnya, namun juga nomor-nomor yang akan dipertandingkan nanti di PON XX/2021, Papua.

“Hasil dari rapat tadi juga memutuskan tidak adanya Pra-PON karena keterbasan waktu,” ucap Ketut Suwandi.

Sementara itu mengenai 10 cabor yang dicoret oleh tuan rumah, Suwandi mengaku jika KONI Pusat masih mengkaji ulang

dan belum bisa memutuskan apakah tetap tidak akan dipertandingkan atau justru bisa dipertandingkan tahun depan. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak
Tags: pon papua

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

3 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago