Categories: Sportainment

KONI Bali Minta Prioritas Atlet PON Papua Dapat Jatah Vaksinasi Covid

DENPASAR – Vaksinasi tahap pertama sudah dilakukan pemerintah. Yang menerima adalah tenaga kesehatan dan orang yang berada di garda terdepan dalam penanggulangan Covid-19.

Disamping itu pejabat pemerintah seperti presiden hingga gubernur juga mendapatkan vaksin Covid-19 produksi Sinovac dan Bio Farma ini.

Salah satu pihak yang diusulkan untuk mendapatkan vaksin gratis dari pemerintah adalah atlet, terutama atlet di PON XX/2021, Papua dan atlet penghuni Pelatnas.

Selain itu, pesepak bola di Liga 1 juga menjadi salah satu pihak yang diusulkan untuk menerima vaksin secara gratis.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Menpora Zainudin Amali beberapa waktu lalu. Dengan wacana seperti ini, bagaimana dengan atlet penghuni Pelatda PON Bali?

KONI Bali pun mengambil sikap. Ketum KONI Bali I Ketut Suwandi yang diwawancarai terpisah mengatakan bahwa pihaknya akan mengusulkan kepada Pemprov Bali agar atlet Bali menjadi salah satu prioritas untuk menerima vaksin.

Bukan hanya atlet tapi juga pelatih. “Kami juga akan mengusulkan ke Pak Gubernur untuk mendapat prioritas.

Totalnya ada sekitar 350-400 orang ya termasuk pelatih. Kalau sudah divaksin, persiapan ke PON nanti bisa lebih terstruktur dan terencana,” terang Suwandi.

Jika seandainya vaksinasi belum dilakukan hingga bulan April, kemungkinan besar persiapan menuju PON XX/2021, Papua akan tersendat.

Kebetulan, PON nanti digelar pada 2 Oktober mendatang dan Bali serta daerah lain hanya memiliki persiapan setidaknya sembilan bulan saja terhitung dari sekarang.

“Kalau bulan empat (April) tidak dapat (vaksinasi) bagaimana? Tentu jauh dari harapan persiapannya. Untuk melakukan persiapan di PON, butuh dana puluhan miliar.

Artinya kalau tidak diberikan fasilitas untuk apa? Muaranya nanti akan ke prestasi juga,” terang pria yang sempat menjabat sebagai Ketua KONI Badung itu.

Suwandi ingin agar atlet bisa mempersiapkan diri dengan maksimal karena selama hampir satu tahun, tidak ada tolak ukur signifikan untuk menilai perkembangan atlet.

Yang dilihat hanya tes fisik tahap pertama dan kedua yang sudah dilakukan beberapa waktu lalu.

“Selama ini, kami lakukan persiapan dari nol. Atlet tidak bertanding dan latihannya tidak maksimal.  Bagaimana melihat perkembangan atlet jika tidak ada latih tanding atau uji coba?

Kami tidak bisa mencatat data dan melihat tolak ukurnya seperti apa. Saya harap pemerintah bisa menjadi atlet prioritas untuk menerima vaksin agar persiapan juga lebih baik lagi,” tutupnya. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

2 minggu ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago