Categories: Bali United

Spanduk Pecundang Berbuah Sanksi, Suporter Balik Kritik Keras PSSI

DENPASAR – Spanduk bertuliskan “Selamat datang Pecundang” yang dibentangkan salah satu basis supporter di Bali United di tribun utara

Stadion Kapten I Wayan Dipta, North Side Boys 12 (NSB12) saat menghadapi Bhayangkara FC pekan lalu berbuntut panjang.

Komisi Disiplin PSSI akhirnya memberikan sanksi sebesar Rp 40 juta kepada Manajemen Bali United.

Sidang Komdis PSSI Rabu kemarin (25/7) memberikan alasan mengapa Bali United menerima denda cukup besar.

Dari hasil siding tersebut menyebutkan bahwa supporter Bali United membentangkan dua spanduk bernada hinaan kepada tim Bhayangkara FC.

Satu spanduk lagi yang dimaksud oleh Komdis PSSI adalah spanduk yang bertuliskan “Pecundang #MENOLAKLUPA2017#”.

Bukan itu saja, dalam spanduk tersebut juga terpampang jelas logo Bhayangkara FC yang terbalik. Tentu saja hal ini membuat geram semua pemain, pelatih, dan ofisial Bhayangkara FC.

Namun, sanksi tersebut ditanggapi dengan sinis oleh supporter Serdadu Tridatu. I Ketut ‘Anjelo’ Santika, Ketum Basudewa Curvasud yang diwawancarai kemarin (26/7) memberikan tanggapan negatif.

Menurutnya, Komdis PSSI terlalu berlebihan memberikan sanksi. “Spanduk seperti itu menghina? PSSI lebay sekali. Saya kira spanduk seperti itu sah-sah saja. Itu adalah bagian dari demokrasi dan kritikan,” ucap Anjelo Santika.

Baginya spanduk dan chant dari para supporter saat menghadapi Bhayangkara pekan lalu adalah bentuk dari terror mereka kepada The Guardian – julukan Bhayangkara FC.

Dia juga menambahkan bahwa hal sepakbola tanpa spanduk dan chant seperti itu justru kurang menarik.

“Jelas kurang menarik menurut saya. Masa gelar juara Liga 1 musim lalu dirampok oleh mereka (Bhayangkara FC) tetapi kami

membuat spanduk bertuliskan selamat datang Bhayangkara? Kan tidak ya. Menurut saya bagus untuk kritikan,” terangnya.

Yang dimaksud dirampok oleh Anjelo Santika adalah saat Bhayangkara FC mendapatkan gelar juara Liga 1 musim lalu dengan cara yang kurang pantas.

Kala itu, Bhayangkara berhasil mendapatkan poin secara ‘gratis’ setelah menang WO menghadapi Mitra Kukar.

Padahal Bali United kala itu sudah unggul tiga poin setelah memenangkan pertandingan dramatis menghadapi PSM Makassar.

Dia akhir musim, Bhayangkara berhasil keluar sebagai juara dengan poin 68 sama dengan Bali United. Serdadu Tridatu hanya kalah head to head

Baginya, supporter Bali United saat ini sudah mulai berani untuk mengemukakan pendapatnya. “Menurut saya supporter Bali United sudah hooligan,” tuturnya.

 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

2 minggu ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago