Categories: Bali United

Komdis PSSI Sanksi Bali United, Yabes: Spanduk NSB12 Rugikan Klub

DENPASAR – Spanduk bertuliskan “Selamat datang Pecundang” yang dibentangkan salah satu basis supporter di Bali United di tribun utara

Stadion Kapten I Wayan Dipta, North Side Boys 12 (NSB12) saat menghadapi Bhayangkara FC pekan lalu berbuntut panjang.

Komisi Disiplin PSSI akhirnya memberikan sanksi sebesar Rp 40 juta kepada Manajemen Bali United.

Sidang Komdis PSSI Rabu kemarin (25/7) memberikan alasan mengapa Bali United menerima denda cukup besar.

Dari hasil siding tersebut menyebutkan bahwa supporter Bali United membentangkan dua spanduk bernada hinaan kepada tim Bhayangkara FC.

Satu spanduk lagi yang dimaksud oleh Komdis PSSI adalah spanduk yang bertuliskan “Pecundang #MENOLAKLUPA2017#”.

Bukan itu saja, dalam spanduk tersebut juga terpampang jelas logo Bhayangkara FC yang terbalik. Sanksi ini jelas saja membuat kecewa supporter Bali United.

Manajemen Bali United sendiri tak kalah kecewa. Owner Bali United Pieter Tanuri sudah menduga bahwa klub miliknya akan terkena sanksi.

Justru dia menanyakan apakah bagaimana tanggapan dari NSB12 mengapa membentangkan spanduk seperti itu.

“Sudah ditanyakan belum sama NSB? Saya sudah menduga bahwa kami akan dapat denda setelah pembentangan spanduk ini,” terangnya.

Pieter yang juga menjabat sebagai Anggota Exco PSSI ini juga dengan tegas tidak membenarkan apa yang sudah dilakukan oleh para supporter.

“Kalau sudah seperti ini mau bagaimana? Aturan sudah jelas kalau tidak boleh ada chant atau tulisan yang bernada hinaan atau rasis,” ucapnya. Apa yang dikatakan Pieter memang benar adanya.

Pasal 51 regulasi Liga 1 2018 mengatakan bahwa hal-hal yang mengganggu jalannya pertandingan seperti flare, kembang api, bom asap, spanduk, yel-yel, serta hal lain bernada rasis,

diskriminatif, atau politis yang dapat dikategorikan sebagai sebuah pelanggaran disiplin dan terhdap hal itu akan dikenakan sanksi sesuai dengan kode disiplin PSSI.

“Saya meminta ini dijadikan pembelajaran. Jangan seperti ini lagi. Chant atau tulisan boleh tetapi jangan yang berbau hinaan dan sebagainya,” terangnya.

Disisi lain CEO Bali United Yabes Tanuri mengatakan tindakan yang dilakukan NSB12 justru tidak membantu Bali United sendiri.

“Pembelajaran supaya kita semua lebih mengetahui peraturan yang berlaku karena ini tidak membantu klub dan justru merugikan klub. Tindakan ini juga tidak sesuai dengan citra pulau Bali,” tuturnya.

 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

1 minggu ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago