Categories: Bali United

5 Daftar Keanehan Wasit Fauzan, Sang Pengadil Laga BU vs Persela

GIANYAR – Hasil imbang yang diperoleh Bali United saat kontra Persela Lamongan di Stadion Kapten Dipta, Kamis malam kemarin masih disesali pemain, staf pelatih, manajemen dan supporter.

Bermain dengan determinasi tinggi sejak menit awal, Bali United dipaksa berbagi angka 1 – 1 dengan anak asuh Nil Maizar.

Sebenarnya bukan hasil imbang yang disesali semua komponen yang ada di skuad Serdadu Tridatu. Namun, banyaknya keanehan di perangkat pertandingan laga sarat emosi ini.

Terutama yang melibatkan wasit Agus Fauzan Arifin dari DI Jogjakarta. Berikut daftarnya yang dirangkum Radarbali.id.

1.       Sehari sebelum pertandingan, Agus Fauzan memimpin pertandingan antara tuan rumah Madura United menghadapi Tira Persikabo. Agus hanya punya waktu sehari untuk persiapan memimpin pertandingan Bali United versus Persela.

2.       Agus Fauzan berasal dari Yogyakarta. Kebetulan pekan depan, Bali United bertandang ke markas PSS Sleman dipekan ke-27.

3.       Willian Pacheco mendapatkan kartu merah pada menit ke-49 setelah melakukan gerakan tangan kearah wajah Alex Dos Santos. Haudi Abdillah mendapatkan kartu kuning pada menit ke-46, Brwa Nouri dihadiahi kartu kuning pada menit ke-52.  Dampaknya, Pacheco dan Brwa Nouri gagal jadi starter saat kontra PSS Sleman.

4.       Salah seorang pemain Persela terlihat jelas melakukan handsball, namun pengadil tidak memberikan keputusan penalty kepada Bali United.

5.       Hakim garis sedikit mengulur waktu untuk pergantian pemain antara Stefano Lilipaly dan IIija Spasojevic pada menit 67. Lambatnya pergantian pemain satu menit sebelum lahirnya gol balasan dari Persela melalui Arif Satria.

Keanehan-keanehan ini yang memicu Pelatih Bali United Stefano Teco Cugurra bersuara lantang. Sesuatu yang tidak lazim dia lakukan selama ini.

“Wasit itu yang pilih PSSI. Benar-benar harus pintar pilih wasit untuk mereka bisa pimpin bagus,” terang Coach Teco.

Pelatih asal Brazil tersebut juga mengkaitkannya dengan posisi Laskar Joko Tingkir yang sedang dalam zona degredasi.

Bukan hanya itu. Coach Teco juga merasa “kasihan” dengan wasit yang memimpin dua pertandingan hanya dalam waktu dua hari.

“Saya kasihan wasit pimpin dua kali. Dia pimpin di Madura dan harus ke Surabaya dulu sebelum kesini. Madura juga kotanya panas. Masak tidak ada wasit lain? Kami hanya mau fair saja,” tuturnya. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago