Categories: Travelling

Dirancang Jadi Pelabuhan Yacth, Kemenpar Minta Pelabuhan Tua Dibenahi

SINGARAJA – Kementerian Pariwisata meminta destinasi wisata di Pelabuhan Tua Buleleng alias Eks Pelabuhan Buleleng, segera dibenahi.

Sehingga destinasi wisata itu benar-benar siap menyambut para wisatawan yang melakukan perjalanan berlayar keliling dunia.

Kemarin (28/5) tim dari Kemenpar melakukan kunjungan ke Eks Pelabuhan Buleleng. Rombongan dipimpin Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari, Indroyono Soesilo serta Sekretaris Tim, Ratna Suranti.

Rombongan melihat dari dekat kondisi dermaga tua di Pelabuhan Buleleng. Indroyono juga mengecek kondisi gedung pertemuan MR. I Gusti Ketut Pudja, wantilan di Pelabuhan Buleleng, gedung UPT Pelabuhan Buleleng, serta Museum Soenda Ketjil.

Indroyono juga melakukan pengecekan ke Monumen Puputan Jagaraga. Monument itu disebut-sebut menjadi salah satu destinasi unggulan dalam paket promosi pariwisata bahari di Bali Utara.

Kemenpar sengaja melakukang pengecekan lebih awal. Sebab pada 25-30 September mendatang, setidaknya ada 100 kapal yacht yang akan mampir di Buleleng.

Kapal layar itu mayoritas bergerak dari Darwin dan Cairns, dua kota yang berada di Benua Australia.

Sebelum mampir di Buleleng, mereka akan lebih dulu mampir di Kupang, Labuan Bajo, Sumbawa, serta Lombok.

“Kami berharap ini akan menjadi sebuah marina. Sehingga yacht itu bisa datang kapan saja. Bukan hanya pada event-event tertentu.

Apalagi di sekitar Bali ini, ada potensi sampai 5.000 kapal yacht. Itu baru dari Australia, Selandia Baru, Singapura, dan Malaysia. Ini potensi yang harus diambil,” kata Indroyono.

Pria yang juga Penasihat Kehormatan Menteri Pariwisata itu meminta Dinas Pariwisata Buleleng membenahi sejumlah fasilitas di Pelabuhan Buleleng.

Salah satunya membuat pelayanan terpadu yang melibatkan bea cukai, karantina, imigrasi, serta otoritas pelabuhan. Sehingga wisatawan tak disulitkan dengan urusan perizinan.

Selain itu Indroyono juga menyarankan agar dermaga di Pelabuhan Buleleng dilengkapi tangga. “Tangga ini sudah kami koordinasikan dengan Dirjen Hubla.

Bisa nggak dibuatkan tangga biar bulan September selesai. Kalau ada tangga, sudah bagus semua,” tegasnya. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago