libur-panjang-akhir-tahun-wisatawan-domestik-mulai-serbu-bali
NEGARA – Meski tidak akan sebanyak arus mudik Lebaran, namun pengguna jasa saat angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) diprediksi akan meningkat dibanding tahun lalu.
Peningkatan itu terjadi selain karena bersamaan dengan liburan siswa dan Galungan, juga karena situasi Bali sudah aman.
Berdasar data penyeberangan Nataru tahun lalu, jumlah pengguna jasa penyeberangan untuk penumpang pejalan kaki tercatat 1.148.270 orang, sepeda motor 112.411 unit dan mobil 174.739 unit.
Sedangkan untuk angkutan Nataru tahun ini diprediksi naik yakni untuk penumpang pejalan kaki diprediksi 1159652 orang atau hanya 1 persen, sepeda motor 114.659, dan mobil 178.233 atau 2 persen.
“Prediksi kita untuk angkutan Nataru tahun ini mengalami kenaikan dari tahun lalu. Namun kenaikanya tidak terlalu signifikan,” ujar GM PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang-Gilimanuk Solikin.
Menurut Solikin, prediksi kenaikan ini karena libur Nataru juga bersamaan dengan liburan siswa dan hari raya Galungan.
Selain itu juga karena situasi di Bali saat ini sudah jauh lebih aman dibanding tahun lalu “Tahun lalau dengan peningkatan status gunung Agung cukup membuat wisatawan lokal dari Jawa
khawatir ke Bali. Sekarang aktivitas Gunung Agung sudah aman. Namun, jumlahnya masih jauh dibanding angkutan Lebaram,” ungkapnya.
Untuk puncak angkutan Nataru, lanjut Solikim diperkirakan mulai padat atau puncaknya terjadi pada Jumat (21/12) sampai Senin (24/12) dan Sabtu (29/12) serta Minggu (30/12).
Sedangkan untuk arus balik puncaknya diperkirakan pada Rabu (26/12) dan Kamis (27/12) serta Selasa (1/1), dan Rabu (2/1) 2019.
“Biasanya setelah merayakan Natal banyak yang pergi ke Jawa. Begitu pula setelah merayakan malam tahun baru wisatawan lokal akan balik. Yang kita antisipasi yakni jika mereka balik bersamaan sehingga terjadi kepadatan,” jelasnya.
Solikin Kembali menegaskan untuk melayani angkutan Nataru ini ASDP sudah siap baik sumber daya manusia maupun sarana dan prasarana pendukung termasuk kapal.
“Persiapannya sudah kita lakukan sudah sejak sebulan lalu. Pengecekan dan perawatan berkala sudah kita lakukan untuk memastikan semua fasilitas benar-benar baik,” ungkapnya.
Untuk kapal yang dioperasikan semuanya sudah siap dan diyakini akan bisa melayani penyeberangan.
“Kapal-kapal yang ada sekarang rata-rata kapasitasnya besar sehingga mampu melayani penyeberangan dengan lancar. Jika terjadi kepadatan maka kita tinggal mempercepat bongkar muat atau menambah trip,” terangnya.
Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.
Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…
Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…
kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.
Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024
Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…