Categories: Travelling

New Normal, Praktisi Pariwisata Buleleng Bersiap Sambut Wisatawan

SINGARAJA – Para praktisi pariwisata di Kabupaten Buleleng, menyatakan siap membuka kembali kantong-kantong pariwisata di Bali Utara. 

Kini para praktisi masih menanti keputusan dari Gubernur Bali Wayan Koster, untuk membuka kembali daya tarik wisata (DTW) yang ada di Kabupaten Buleleng.

Kemarin para praktisi pariwisata dan pengelola Daya Tarik Wisata (DTW) melakukan rapat di Dinas Pariwisata Buleleng. 

Mereka membahas penerapan protokol kesehatan dan penyiapan sarana prasarana, jelang diberlakukannya new normal di Provinsi Bali.

Ketua PHRI Buleleng Dewa Ketut Suardipa mengatakan, saat ini para praktisi sebenarnya sudah sangat siap. Selama dua bulan terakhir, para praktisi harus tiarap dari aktifitas pelayanan pada wisatawan.

Menurutnya, para pengelola hotel sudah menyiapkan protokol khusus dalam pelayanan wisatawan. 

“Protap pelayanan sudah kami siapkan. Bahkan prosedur penjemputan dari bandara sampai dia kembali ke negaranya juga sudah siap,” kata Suardipa.

Hanya saja dalam waktu dekat ini diprediksi tidak ada wisatawan mancanegara yang masuk ke Bali. Sebab penerbangan dari luar negeri juga masih ditutup. 

Selain itu, pasar wisatawan dari Eropa dan Australia, juga belum menunjukkan tanda-tanda mereka akan ke Bali dalam waktu dekat ini.

“Mereka belum berani keluar dari negaranya. Kalau toh mau ke Bali, mereka pasti klik (informasi) dulu. 

Berapa kasusnya di Indonesia, berapa di Bali. Sedangkan kasus kita di Indonesia kan naik terus. Makanya perlu partisipasi kita bersama, biar angkanya cepat turun,” kata Suardipa.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Buleleng Made Sudama Diana mengatakan, pihaknya meminta agar para pengelola daya tarik wisata (DTW) dan akomodasi pariwisata segera menyiapkan fasilitas yang dibutuhkan. 

Seperti menyediakan masker, hand sanitizer, dan tempat cuci tangan. “Jadi saat nanti dari provinsi menyatakan DTW sudah boleh buka, 

pengelola ya tinggal membuka saja. Tidak lagi kelimpungan menyediakan alat-alat yang dibutuhkan,” katanya.

Lebih lanjut Sudama mengatakan, untuk tahap awal pariwisata di Buleleng tak mengincar pasar wisatawan mancanegara. 

Melainkan wisatawan domestik. Itu pun bukan wisatawan yang berasal dari luar Bali. Mengingat kasus di luar Pulau Bali terus menunjukkan trend peningkatan.

“Sasaran kami itu masyarakat lokal yang sudah rindu ingin rekreasi. Kami tidak memikirkan tamu dari luar dulu. 

Intinya kita harus siap-siap dulu, jadi ketika diberlakukan putusan boleh buka, ya tinggal buka saja,” demikian Sudama.

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

1 minggu ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago