Categories: Bali

Ubud Macet Parah, Pemerintah Gianyar Bakal Bentuk Perda Ubud

RadarBali.com – Banyak problem yang melanda kawasan Ubud segera disikapi oleh pemerintah baik eksekutif maupun legislatif.

Rencananya, akan dibuatkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Ubud. Dalam Perda itu akan mengatur semua hal tentang Ubud termasuk macet.

Wakil Bupati Gianyar Made Agus Mahayastra menyatakan, banyak masalah muncuk di Ubud.

“Penyebabnya macet, mulai rawan, ketiga kotor kumuh. Sehingga perlu payung hukum yang jelas. Saya sudah konsepkan,” ujar Mahayastra, kemarin.

Tapi, konsep itu akan dimunculkan oleh Mahayastra saat kampanye. “Nanti akan saya munculkan, bagaimana penataan Ubud. Nanti ini yang akan saya ajukan sebagai dasar hukum Perda. Sifatnya harus memaksa,” ujarnya.

Dijelaskan Mahayastra, apabila Ubud masih diatur menempatkan Dinas Perhubungan dan polisi dinilai sulit dan tidak bisa berakhir.

Sedikit promosi, Mahayastra mengaku perlu pemimpin berkarakter tegas dalam menata Ubud. “Ubud sudah kayak Jakarta, diperlukan karakter Ahok, baru tuntas permasalahan,” jelasnya.

Diakui pula, lalu lintas super krodit. “Dari Teges sampai Pasar Ubud, perlu satu jam,” ujarnya. Maka dari itu, sambil menanti dasar hukum perda, perlu dilakukan penegakan jangka pendek dulu.

“Seperti parkir, jualan. Tapi itu sementara, tidak akan cukup tangani, perlu Perda,” terangnya. Di Perda itu, lanjut Mahayastra, diatur mengenai pengamanan, bentuk bangunan, pedesterian, pohon.

“Semua diatur di sana,” tandasnya. Disinggung soal bantuan oleh pemerintah pusat, politisi asal Payangan itu mengaku sempat ditawari penanganan limbah oleh pusat.

“Tapi, itu perlu tanah satu hektare. Di mana di Ubud cari tanah segitu dan harganya mahal. Karena untuk tanah harus daerah yang sediakan dan harus ada sharing daerah itu aturannya,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Gianyar Tagel Winarta sepakat dengan perda Ubud itu. “Memang harus ada perda. Mudah-mudahan saudara bupati bisa lakukan. Bila perlu setujui seluruh perda yang berkaitan dengan Ubud,” ujar Tagel.

Ketua dewan asal Tampaksiring itu juga mengaku akan membentuk forum yang lebih luas. Dalam forum akan menuangkan konsep dan pemikiran tentang Ubud.

“Karena Ubud bukan hanya dari tokoh Ubud. Perlu juga pemikiran dari tokoh di luar Gianyar,” ujar Tagel.

Dijelaskan Tagel, ada banyak tokoh yang perlu dikumpulkan, mulai intelektual, seniman untuk membahas masalah seperti kemacetan.

“Macet tidak dapat penanganan serius. Banyak yang gak sadar jika Ubud itu penghasil PAD terbesar di Gianyar. Ubud ini milik kepentingan bersama,” tukasnya. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

3 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago