Categories: Bali

Dua SD Hancur Diterjang Banjir Bandang, Disdikpora Kaji Opsi Relokasi

SINGARAJA – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng tengah mengkaji opsi merelokasi dua sekolah dasar yang rusak akibat banjir bandang.

Kini pemerintah desa diminta melakukan survey lahan. Apabila ada lahan yang bisa dimanfaatkan, Disdikpora Buleleng menyanggupi membangun sekolah baru mulai tahun 2019 mendatang.

Saat cuaca ekstrem melanda wilayah Buleleng pada awal Februari lalu, ada sejumlah sekolah dasar yang mengalami kerusakan. Tercatat ada dua sekolah yang mengalami kerusakan parah. Yakni SDN 3 Munduk dan SDN 5 Banjar.

Kerusakan terparah terjadi di SDN 3 Munduk. Seluruh ruangan – termasuk mess guru – tak bisa digunakan karena kemasukan lumpur.

Sementara di SDN 5 Banjar, masih ada tiga ruang kelas yang bisa digunakan secara bergantian. Ruangan lainnya di sekolah itu, tak bisa digunakan karena terendam lumpur hingga ketinggian satu meter.

Kepala Disdikpora Buleleng Gede Suyasa mengatakan, kedua sekolah itu memang diharapkan bisa direlokasi. Alasannya setiap tahun keduanya berpotensi dilanda bencana.

“Kami sudah minta perbekel mendata. Ada nggak lahan di sekitar sana yang bisa digunakan. Dipastikan juga biar aman. Kalau lahan itu berbahaya ya rugi kita relokasi.

Tapi sampai sekarang belum ada jawaban secara resmi dari Perbekel Munduk maupun dari Perbekel Banjar,” kata Suyasa.

Apabila tidak ada lahan yang representative, maka Disdikpora Buleleng mengajukan alternatif lain. Yakni membangun ulang sekolah dengan pondasi yang lebih tinggi.

Hal itu bisa mengurangi potensi kerusakan berulang yang terjadi tiap musim hujan. Di SDN 3 Munduk misalnya. Pemerintah akan meninggikan pondasi ruangan, menjadi 1,5 meter di atas tanah.

Sementara di SDN 5 Banjar, akan dibangun gedung bertingkat. Sehingga bangunan yang berada di bawah bantaran sungai, tak perlu digunakan lagi.

“Khusus di SDN 5 Banjar, itu kan masalahnya karena sekolah ada di bawah jalan. Di bawah bantaran sungai. Jadi ya memang harus ditinggikan.

Begitu juga di SDN 3 Munduk. Kalau pondasinya ditinggikan, potensi lumpur masuk ke ruangan bisa dikurangi,” imbuhnya.

Selain itu Disdikpora Buleleng kini tengah melakukan analisa kerusakan sarana dan prasarana pasca-bencana.

Sarana dan prasarana akan dialokasikan dalam pergeseran anggaran yang dilakukan pada Februari ini. Sementara kebutuhan buku paket siswa akan ditanggulangi lewat dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago