bule-panjat-padmasana-pura-gelap-besakih-awk-desa-adat-harus-mecaru
DENPASAR – Senator Bali, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna M. Wedasteraputra S. merespons “tragedi” bule brewok bernama Bernat yang nekat memanjat padmasana Pura Gelap Besakih.
Kamis (19/4) pukul 09.00 pagi ini, AWK diketahui menemui Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Ngurah Rai.
Tujuannya untuk mengetahui keberadaan bule Eropa yang duduk di atas Padmasana Pura Gelap itu.
“Kami merekomendasikan agar Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Ngurah Rai menindak warga asing yang diduga bernama Bernat Purel Mundo
sesuai peraturan perundang- undangan karena diduga melanggar hukum pidana terkait penistaan agama,” kata AWK lewat pesan Whatsapp, Kamis (19/4) pagi.
AWK menekankan tindakan sang turis bisa membuat leteh dan cemer (tercemar, red) Pura Khayangan Jagat yang menjadi pusat tempat suci agama Hindu.
“Jika ini benar artinya desa adat setempat harus membuat upacara Guru Piduka dan mecaru. Secara hukum tidak bisa dibiarkan. Ada UU Imigrasi dan pidana yang akan menjerat,” tegasnya.
Bernat Purel Mundo diketahui wisatawan dari Valencia, Spanyol. Menurut informasi, Bernat naik padmasana Pura Gelap Besakih pada tanggal 1 Desember 2017, saat semua warga di lereng Gunung Agung mengungsi.
Aksi Bernat luput dari pantauan pecalang dan apparat kepolisian karena kompleks Pura Besakih saat itu kosong. Bernat diduga berada di kompleks suci itu tanpa panduan guide
Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.
Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…
Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…
kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.
Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024
Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…