Categories: Bali

Apa itu Virus Jembrana? Bagaimana Mencegahnya? Ini Penjelasan BBVet…

DENPASAR – 13 ekor sapi milik warga Bangli dinyatakan positif tertular virus Jembrana. Fakta tersebut terungkap berdasar hasil uji laboratorium Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar melalui pemeriksaan laboratorium VCR.

Kepala BBVet Denpasar I Wayan Masa Tenaya mengungkapkan, virus Jembrana muncul pertama tahun 1964, di mana ada ratusan sapi yang mati saat itu.

Namun, sejak enam tahun terakhir Bali tidak menemukan adanya virus tersebut. Selain faktor dukungan alam, terlebih di tahun 2001, Tim BBVet termasuk dirinya ikut menemukan vaksin pencegahan virus yang hanya menyerang sapi Bali.

“Karena Bali dianggap bukan tempat untuk produksi masal, sehingga itu diserahkan tingkat produksinya ke Surabaya,” bebernya.

“Namun, karena ada beberapa item yang tidak dipatuhi, sehingga kualitasnya menurun,” jelas Masa Tenaya.

Sebenarnya, virus Jembrana ini tidak membahayakan bagi manusia, meski daging sapi terjangkit. Pasalnya, virus tersebut hanya menyerang sapi saja.

Namun, akan sangat membahayakan, ketika virus tersebut menyebar kepada sapi-sapi yang lain yang dapat mengancam kehidupan dan membuat peternak merugi.

Sapi yang terkena virus Jembrana ini dari visual terlihat seperti sapi biasa, namun akan terdeteksi apabila kondisi sapi stres yang membuat antibodinya menurun.

“Karena sampai kapanpun virus tersebut akan tetap melekat. Makanya untuk mencegah agar tidak menyebar, kami rekomendasikan agar sapinya di potong bersyarat.

Atau diisolasi sementara agar sapi yang lain tidak terkena,” Jelas Ketut Wirata, Kabid Pelayanan BBVet Denpasar yang juga ikut menimpali.

Masa Tenaya juga mengatakan, langkah pencegahan tanpa menggunakan vaksin tengah dirancang sejak tiga tahun terakhir.

Di mana dari segi pendeteksian virus yang dilakukan di masing-masing desa yang ada di Bali dilakukan uji sampel.

Ketika hal ini berhasil, nanti Bali akan jadi rujukan berbagai wilayah dalam pencegahan virus Jembrana.

Sementara itu, Ni Made Sukerni selaku Kabid Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali, mengungkapkan,

sesuai dengan rekomendasi BBVet Denpasar, akan dilakukan pemotongan bersyarat di Rumah Potong Hewan (RPH).

Tindakan cepat ini dilakukan untuk mengantisipasi agar virus tersebut tidak mewabah lebih luas. “Kami ingin mengamankan aset masyarakat.

Mungkin nanti malam (kemarin) akan dilakukan pemotongan bersyarat, suratnya sudah ada. Untuk yang lain masih menunggu hasil uji lab lanjutan,” pungkasnya.

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 bulan ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

1 tahun ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

2 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago