Categories: Bali

Miris, Sungai – sungai Kecil di Pantai Saba Lenyap, Ini Penyebabnya…

GIANYAR – Pembangunan yang terjadi di kawasan pantai Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh menyebabkan sebuah sungai musiman mengering atau lenyap.

Sebuah sungai yang menyambungkan hilir sungai Petanu dan hilir sungai Kutuh di desa itu tidak terlihat lagi sejak 10 tahun terakhir.

Perbekel Saba Gusti Ngurah Mahendradinata, menyatakan wilayah desa Saba, terutama pantai Saba diapit oleh dua sungai besar.

Yakni sungai Petanu di bagian timur dan sungai Kutuh di bagian barat. “Ada bentang pantai 1 kilometer.

Di antara hilir sungai besar ini biasanya ada sungai kecil yang membentang, tapi sudah 10 tahun tidak ada,” ujar Gusti Mahendradinata.

Menurutnya, pembangunan di bagian barat sungai menjadi salah satu penyebab sungai kecil itu lenyap. Sungai tersebut biasanya menjadi pembatas antara garis pasir pantai dengan tegalan warga.

“Sejak ada pembangunan di barat, lahan yang biasa menjadi sungai dadakan ini tidak teraliri air,” ujar Gusti Mahendradinata.

Mahendradinata yang juga merangkap bendesa Saba itu tidak bisa menuding pembangunan menjadi penyebabnya lenyapnya sungai penghubung dua sungai besar itu.

“Karena sungai ini datangnya musiman. Kalau dulu setiap tiga tahunan atau lima tahun, pasti areal ini jadi sungai. Tapi sekarang sudah lama tidak ada sungai di sini,” jelasnya.

Kata dia, apabila ada aliran sungai dadakan di antara dua sungai besar itu, maka lahan warga menjadi subur.

“Di sini pasti subur sekali, apa saja bisa ditanam warga. Bahkan, nelayan tidak perlu melaut, karena bisa menangkap ikap dan yuyu (kepiting, red) di sini. Tapi sekarang sudah lama tidak ada,” ujarnya.

Lenyapnya aliran air juga ditambah fenomena alam menutupi jalur  sungai. Pasir pantai Saba yang terbawa abrasi ombak rupanya menutup jalur sungai kecil tersebut.

Lanjut Mahendradinata, yang terjadi kini adalah kemunculan sampah kiriman. “Pantai Saba ini tidak pernah besih. Karena kami diapit dua sungai besar dengan jarak yang cukup pendek.

Jadi, sampah pasti menumpuk di sini,” ungkapnya. Beruntung, di desa Saba sudah ada komunitas Trash Hero, atau relawan sampah.

“Rutin komunitas di desa kami, bersama warga membersihkan sampah, terutama plastik,” tukasnya. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak
Tags: pantai saba

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago