gunung-agung-erupsi-warga-terpapar-hujan-abu-dan-bau-belerang
AMLAPURA—Gunung Agung, Rabu (23/1) sekitar pukul 03.18 kembali erupsi.
Petugas Kementerian ESDM Badan Geologi Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Dewa Merta Yasa dikonfirmasi di Pos Pengamatan Gunung Agung di Desa/Kecamatan Rendang,Karangasem menyebutkan, meski terjadi erupsi, namun dari pantauan kolom abu letusan tidak bisa teramati akibat puncak gunung agung tertutup kabut.
“Ini adalah latusan ketiga kalinya dalam dua hari belakangan ini,”terangnya.
Lebih lanjut, kata Merta Yasa, sesuai data grafik seismogram, pada erupsi ketiga kali ini mencatat jika erupsi terjadi amplitudo maksimum 23 mm dengan durasi 1 menit 56 detik. “Untuk status gunung masih tetap di level III dengan zona bahaya sejauh 4 km,”jelasnya.
Sementara Ketua Pasebaya Agung, Gede Pawana yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, akibat erupsi Gunung Agung, dari laporan relawan Pasebaya di Datah Abang telah terjadi hujan abu disertai bau belerang.
Bahkan hujan abu jelas terpapar di beberapa pohon.
Sedangkan akibat hujan abu yang mengarah ke tenggara seperti Datah dengan radius 4 -12 km, pihaknya menghimbau agar warga menggunakan masker.
“Termasuk untuk cubang-cubang air, kami menghimbau agar warga menutup agar tidak terpapar abu,”tukasnya.
Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.
Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…
Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…
kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.
Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024
Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…