Categories: Hukum & kriminal

Gila! Hanya Sehari, Tajen Beromzet Rp 1 M Berpindah Ke Tebongkang Ubud

UBUD-Maraknya pratik judi tajen keliling di Gianyar nyata adanya.

Bahkan meski menuai sorotan, praktik judi sabung ayam ini masih terus berlangsung dan terus berpindah.

 

Seperti disampaikan Ketua Gerakan Pejuang Aspirasi Rakyat (Gappar) Kabupaten Gianyar, Ngakan Made Rai.

 

Menurutnya, usai digelar di Desa Lebih, Kecamatan Gianyar, arena tajen  kini pindah di sebelah setra Tebongkan, Kecamatan Ubud.

 

Kata Ngakan Rai, ada ribuan peserta judi tajen yang bertaruh.

“Di dalam arena itu banyak yang bertaruh, dari ratusan ribu sampai puluhan juta. Itu kan perjudian,” tegas Ngakan Rai kepada Jawa Pos Radar Bali.

 

Bahkan seperti biasa, kata Ngakan Rai, saat gelaran tajen, ada praktik judi lain di sekitar lokasi seperti cap jeki, bola adil, dan dadu.

 

Berdasarkan informasi yang diperoleh Gappar, saat tajen di Tebongkang kemarin, ada 3 lapak cap jeki, 2 lapak bola adil, dan 3 lapak dadu.

 

Ngakan Rai pun mengaku miris dengan kondisi tersebut.

 

“Tajen keliling ini setiap hari digelar. Keliling kecamatan. Di setiap kecamatan ada 1 tajen besar digelar seperti ini,” ujarnya.

 

Mengenai praktik perjudian Ngakan Rai mendorong aparat terkait bisa menindak.

 

“Ini murni penyakit masyarakat. Kami minta aparat bisa menindak dan saya bisa menunjukkan lokasinya,” ujarnya.

 

Kata dia, apabila tajen menyangkut upacara, pihaknya menyambut baik.

 

“Kalau untuk upacara kan dicari darahnya, hanya tiga kali aduan saja. Ini sampai berulang kali dan pakai uang,” jelasnya.

 

Disamping itu, apabila memang ada upacara, tentunya yang hadir pasti mengenakan pakaian adat.

 “Faktanya ini kebanyakan pakai celana kolor, itu murni orang berjudi,” tegasnya.

 

Diakui, di arena tajen itu banyak perputaran uang di luar perjudian. Yakni adanya pedagang, penjual ayam dan lainnya.

 

“Yang jualan di dalam paling 5 pedagang buka warung sementara. Sama pedagang asongan menawarkan air dan jajan. Lebih baik jualan di pasar yang sudah disediakan,” pintanya.

 

Seperti diketahui, praktik judi tajen keliling di Gianyar berlangsung setiap hari keliling dari satu arena ke arena lain.

 

Peserta yang hendak menonton atau bertaruh harus membayar masuk seharga Rp 30 ribu.

 

Apabila peserta mencapai seribu orang saja, maka pemasukan bisa mencapai Rp 30 juta per hari.

 

Belum lagi kontrakan dari lapak judi cap jeki, bola dan dadu membayar kontrakan ke kelompok judi tajen.

 

Dari pemasukan itu saja, sebulan bisa tembus hingga Rp 1 miliar.

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

2 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago