Categories: Bali

BKSDA Bali Evakuasi Lumba-lumba dan Satwa Langka di Hotel Melka

SINGARAJA – Balai Konsevasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali akhir mengevakuasi sejumlah satwa yang berada di Hotel Melka Lovina, Singaraja.

Sebanyak 4 unit mobil truk dikerahkan untuk mengevakuasi beberapa jenis satwa yang sudah puluhan tahun dipelihara oleh pemilik Hotel Melka.

Ada sekitar 23 jenis satwa yang dilindungi yang dievakuasi, termasuk di antaranya lumba-lumba. Evakuasi dilakukan pasca adanya kematian lumba-lumba-lumba Sabtu (3/8) lalu.

Sengketa kepemilikan hotel mempuruk kondisi Hotel Melka. Penyidik BKSDA Bali Sumarsono mengatakan, evakuasi dilakukan setelah keluar hasil pemeriksaan tim dokter dan para ahli hewan.    

“Kalau untuk satwa selain dari lumba-lumba semua dievakuasi (hari ini red). Sementara dari 4 satwa lumba-lumba ada 2 lumba-lumba masih tersisa,” kata Sumarsono.

Dua lumba-lumba yang tersisa, kata dia, tidak dapat lakukan evakuasi mengingat kondisi fisik dan kesehatan lumba-lumba tersebut yang tidak fit.

Setelah diperiksa kesehatan oleh tim dokter, dua lumba-lumba tersebut perlu dilakukan observasi dan treatment.

“Jika nanti dicek kembali oleh tim dokter dan kondisi dua lumba-lumba tersebut dinyatakan layak untuk dievakuasi. Maka tahap selanjutnya BKSDA akan melakukan evakuasi,” terangnya.

Alasan pemindahan satwa di Hotel Melka, kata Sumarsono, karena Hotel Melka akan di relokasi ke tempat yang baru di daerah Canggu, Kuta Utara, Badung.

Hotel Melka sedang membangun tempat tersebut. Sedangkan tempat yang lama masih bersengketa dengan pihak ketiga.

Di Canggu juga milik CV. Hotel Melka sendiri sedang dibangun fasilitasnya. Selain itu terkait kematian dari lumba-lumba itu sendiri.

“Lumba-lumba yang meninggal milik dari Hotel Melka sedang diperiksa sampel jaringannnya, kita tunggu saja hasilnya beberapa hari lagi, masih diteliti oleh Balai Besar Veteriner (BBVet) Bali,” katanya.

Disinggung apakah ada kemungkinan tempat ini tidak layak sehingga harus dipindahkan, kata dia, fasilitas yang ada di Hotel Melka sudah layak dan memenuhi standar.

“Layak kualitas air, kedalamannya memenuhi syarat, kipper dan dokter hewan juga ada untuk satwa lumba-lumba.

Selain itu kesedian pakan dipreser juga kemarin kita cek masih bagus dan cukup. Kemudian tidak ada komplain setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim dokter kami,” ungkapnya.  

Sumarsono menambahkan untuk dua lumba-lumba dan buaya yang dievakuasi dititip di Taman Safari, Gianyar.

“Sedangkan satwa lainnya. Seperti burung monyet, ular dan satwa lainnya kita titipkan di Bali Zoo Park, Gianyar. Sebagian juga ada yang dititip di BKSDA Bali,” tandasnya.

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 bulan ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

1 tahun ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

2 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago