Categories: Bali

Dirancang Tampung Pesawat Besar, Prioritas Akses Jalan Menuju Bandara

SINGARAJA – Pembangunan bandara di Kabupaten Buleleng menemui titik terang. Bahkan, proyek bandara ditargetkan rampung pada 2024 mendatang.

Keberadaan bandara baru di Bali Utara, diharapkan dapat mengurangi kepadatan penerbangan di Bandara Ngurah Rai.

Sebab pada 2026 Bandara Ngurah Rai sudah sangat krodit. Baik dari segi frekuensi penerbangan, maupun jumlah penumpang.

Terlebih kini banyak penerbangan internasional yang tak mendapat slot di Ngurah Rai. Rencananya pada 2024, panjang landasan pacu hanya 2.700 meter.

Selanjutnya pada 2029 panjang landasan akan dikembangkan menjadi 3.000 meter. Sementara tahap ultimate atau tahap akhir, panjang landasan akan mencapai 3.400 meter. Hal itu akan terjadi pada 2039.

“Kalau sudah tahap tiga, bisa menampung pesawat besar. Jadi dari Buleleng bisa langsung terbang ke Los Angeles, tanpa harus transit,” ungkap Bupati Agus.

Disinggung soal penetapan lokasi, Agus menyebut penlok harus menunggu kajian teknis dari Kemenhub. Ia juga menyatakan, penlok akan diterbitkan oleh Gubernur Bali Wayan Koster.

“Setelah rapat ini, akan ada perbaikan masterplan. Nah itu akan dirujuk ke Gubernur Bali untuk menerbitkan penlok.

Jadi, (penlok) itu memang diterbitkan gubernur, begitu aturannya. Tapi, harus ada data teknis dari Kemenhub.

Diharapkan minggu depan semua pertimbangan teknis selesai, berikutnya akan dibuatkan penlok oleh gubernur,” ujar Bupati Agus.

Selanjutnya setelah penlok terbit, pemerintah akan menyiapkan aksesbilitas jalan dari Denpasar menuju bandara di Bali Utara.

Sehingga bandara di Bali Utara tidak sepi, seperti Bandara Kertajati di Jawa Barat. “Rencananya begitu. Ada akses dulu, kemudian baru ada bandara.

Biar tidak mubazir bandaranya. Nanti pembangunan bandara akan diajukan ke program strategis nasional, atau alternatif lain dengan skema KPBU (Kerjasama Pemerintah-Badan Usaha),” tukasnya.

Sekadar diketahui, tim teknis dari Kementerian Perhubungan, sudah sempat melakukan evaluasi lokasi di Desa Bukti dan Kubutambahan. Evaluasi itu dilakukan pada 5 September lalu.

Rencananya Bandara Internasional di Bali Utara akan memanfaatkan lahan seluas 400 hektare. Sebanyak 370 hektare diantaranya, akan memanfaatkan lahan milik Desa Adat Kubutambahan.

Saat ini sejumlah perusahaan disebut tertarik dengan rencana pembangunan bandara internasionla tersebut. Namun perusahaan yang terlihat serius adalah konsorsium yang terdiri atas PT. PP (Persero) Tbk, PT. Angkasa Pura I (Persero), dan Perusda Bali. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago