Categories: Bali

[Heboh] 70 Ekor Babi di Sukawati Dilaporkan Mati Mendadak

GIANYAR– Heboh kasus babi mati mendadak kembali terjadi. Kali ini, puluhan babi di Banjar Abasan, Desa Singapadu Tengah, Kecamatan Sukawati dilaporkan mati mendadak.

 

Bahkan yang bikin gempar, ada 70 ekor babi dilaporkan mati seketika.

 

Dinas Pertanian Gianyar yang telah turun mengidentifikasi kematian babi berbeda tiap ekor.

 

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner,  Dinas Pertanian Gianyar, Made Santiarka, seizin Kepala Dinas mengaku telah turun ke peternak di Banjar Abasan.

 

“Ada masyarakat yang melaporkan jika babi mereka mati sampai 70 ekor,” ujarnya, Kamis (30/1).

 

Santiarka membeberkan jika babi mati itu disampaikan oleh 25 peternak yang berada di Banjar Abasan. D

 

alam pendataan itu, kematian babi tidak mengarah ke satu sebab atau satu penyakit.

 

“Sejumlah 70 babi yang mati itu gejalanya berbeda-beda,” jelasnya.

 

Dia memastikan, penyebab kematian berbeda dengan kematian di Tabanan maupun Badung.

 

Ada yang mencret darah, ada yang nafsu makan hilang dan gejala lainnya.

 

“Kami tak berwenang menyatakan penyampaikan penyakit yang menyebabkan kematian babi-babi itu, sebelum ada hasil tes lbolatorium. Sampel sudah kami kirim ke lab. Tapi hasilnya belum keluar,” katanya.

 

Untuk mencegah Gianyar terpapar virus ASF tersebut Dinas Pertanian Gianyar gencar melaksanakan sosialisasi menyasar banjar-banjar.

 

Yakni di Banjar Abasan dan di Desa Lodtunduh, Kecamatan Ubud. Kemudian ke Desa Puhu dan Desa Bukian di kecamatan Payangan.

 

“Melalui sosialisasi ini kami harapkan masyarakat waspada terhadap meluasnya virus ASF ini,” pintanya.

 

Untuk mencegah agar wabah ini tidak meluas, peternak diharapkan menjaga keamanan kandang. Terutama kebersihan.

 

Termasuk kebersihan alat transportasi babi juga harus bersih. “Semua harus bersih, termasuk alat-alat di kandang,” tegasnya.

 

Diingatkan pula, bila ada babi yang mati harus dikubur. Jangan dibuang disaluran air atau dijurang. Juga diharapkan peternak tidak boleh menjual babi hang sakit.

 

Hal ini selain melanggar UU Kesehatan juga akan mempercepat meluasnya paparan wabah ini.

 

“Walau jenis virus ini tak menular ke manusia, sebaiknya membeli daging yang sehat. Jika ketahuan menjual babi sakit akan berurusan dengan hukum,” pungkasnya.

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

3 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago