Categories: Bali

Puluhan Kali Listrik di Klungkung Byar Pet, Versi PLN Ini Penyebabnya

SEMARAPURA – Memasuki musim layang-layang, PLN Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Klungkung mulai gencar

memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tidak bermain layang-layang dekat dengan jaringan tegangan menengah dan gardu induk PLN.

Pasalnya tahun 2020 lalu tercatat ada puluhan gangguan listrik akibat layang-layang serta ada puluhan layang-layang tersangkut di jaringan listrik PLN.

Memasuki bulan Mei, layang-layang biasanya mulai menghiasi langit Klungkung. Tidak hanya anak-anak, orang tua pun tidak canggung ikut meramaikan langit Klungkung dengan layang-layang mulai berukuran kecil hingga besar.

Bahkan saking antusiasnya menyambut musim layang-layang, pencinta permainan layang-layang pun nekat bermain layang-layang hingga ke pinggir jalan.

Saking hebohnya, tidak jarang yang sampai ke tengah jalan seperti yang terjadi tahun 2020. Kondisi itu tidak hanya membuat pengguna jalan resah sehingga personel Satpol PP Klungkung harus turun tangan mengimbau masyarakat.

Pasalnya petugas PLN Klungkung pun mendapat pekerjaan tambahan lantaran gangguan listrik diakibatkan oleh layang-layang yang menyangkut di jaringan PLN.

Manajer PLN ULP Klungkung, Komang Tria Aprianta, membeberkan, pihaknya mencatat ada sebanyak 65 temuan layang-layang menyangkut di jaringan listrik PLN.

Itu tersebar di Kecamatan Klungkung sebanyak 33 temuan, Kecamatan Banjarangkan sebanyak 28 temuan dan Kecamatan Dawan sebanyak 4 temuan.

Tersangkutnya layang-layang di jaringan listrik PLN, diungkapkannya sampai menimbulkan gangguan listrik.

Seperti di Kecamatan Banjarangkan sebanyak 7 kali, Klungkung 5 kali, Nusa Penida 8 kali dan Dawan sebanyak dua kali.

“Selain menyebabkan pemadaman listrik, kerugian yang ditanggung PLN mencapai belasan juta rupiah,” bebernya.

Oleh karena itu dalam rangka memenuhi ketentuan keselamatan ketenagalistrikan pihaknya mengimbau masyarakat

untuk tidak bermain layang-layang dekat dengan jaringan tegangan menengah dan gardu induk PLN dengan radius 5 km.

Kemudian masyarakat juga diminta untuk tidak bermain layang-layang yang mempunyai ukuran panjang lebih dari 50 cm, tidak menginapkan layang-layang yang berpotensi jatuh mengenai jaringan listrik.

“Kami juga minta untuk tidak bermain layang-layang yang bahannya mengandung logam. Ini dilakukan tidak hanya

untuk menjaga pasokan tenaga listrik, tetapi juga untuk melindungi masyarakat dari bahaya sengatan listrik,” tandasnya.

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 bulan ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

1 tahun ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

2 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago