Categories: Denpasar & Badung

Musim Hujan Tidak Bersamaan, BMKG Ungkap Alasan Udara Malam Hari Gerah

DENPASAR – Hujan yang dirindukan masyarakat Bali akhirnya datang. Kemarin, hujan lebat mengguyur sejumlah kabupaten/kota di Bali.

Meski durasinya tidak lama, namun cukup membuat udara Bali kembali segar; tidak panas, dan gerah seperti hari-hari sebelumnya.

Prakirawan BMKG Wilayah III Denpasar Luh Eka Arisanti menjelaskan, suhu tinggi yang terjadi di wilayah Bali disebabkan  karena posisi matahari yang masih berada di wilayah belahan bumi selatan.

Di mana energi atau sinar matahari yang diterima menjadi lebih banyak daripada di belahan bumi utara.

Sesuai dengan sifat material di mana daratan lebih cepat menyerap dan melepas panas, maka di siang hari penyinaran matahari yang diserap daratan menjadi lebih tinggi. 

“Sedangkan sifat lautan yang lambat menyerap panas, maka pada malam hari lautan akan melepaskan panas yang diterimanya ke atmosfer. Itulah mengapa pada malam hari udara terasa gerah atau panas,” kata Arisanti.

Secara umum masuknya musim penghujan di wilayah Bali memang tidak selalu sama. Dijelaskan, hal ini terjadi karena kondisi geografis tiap wilayah yang berbeda-beda.

Wilayah Bali bagian tengah seperti Tabanan, Badung dan Gianyar bagian utara akan lebih dahulu memasuki musim penghujan.

Baru diikuti oleh wilayah lainnya. Sedangkan yang terakhir memasuki musim penghujan adalah Nusa Penida dan Buleleng bagian barat. 

Musim hujan secara umum di Indonesia dan khususnya wilayah Bali mengalami keterlambatan.

Terlambatnya musim hujan di wilayah Indonesia termasuk Bali disebabkan Angin Timuran masih dominan, di mana massa udara kering dari benua Australia masih mempengaruhi wilayah Bali.

Kemudian, adanya Fenomena DM (Dipole Mode) positif yaitu anomali Suhu Muka Laut Samudera Hindia tropis bagian barat lebih besar daripada di bagian timurnya

di mana temperatur air laut di pantai timur Afrika dan Samudera Hindia bagian barat mengalami peningkatan dibandingkan

di sebelah barat Sumatera, sehingga aliran massa udara basah bergeser menuju pantai timur Afrika dan Samudera Hindia bagian barat.

Sementara itu, peluang hujan 11- 20 Desember di Jembrana, Mendoyo, Pekutatan, Sukasada, Sawan, Kubutambahan, Banjar, Busungbiu, Tejakula, Buleleng, Pupuan,  Penebel, Selemadeg, Baturiti,

Marga, Kuta Selatan, Kuta, Petang, Payangan, Tegalalang, Tampak siring, Susut, Kintamani, Bangli, Tembuku, Rendang, Selat, Kubu, dan Bebandem.

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 bulan ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

1 tahun ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

2 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago