Categories: Denpasar & Badung

Mih! Provinsi Bali Masih Tinggi Stunting

DENPASAR– Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, I Ketut Kariyasa Adnyana yang membidangi kesehatan  menyoroti masih banyak anak yang mengalami stunting di Bali. Jumlah stunting di Bali  sekitar 10 persen lebih.  Kalau dibiarkan stunting ini akan berpengaruh pada masa depan anak karena tumbuh pendek dan kurang gizi.

Kariyasa menyebut Bali ditargetkan dapat menurunkan angka stunting pada 2024 mendatang jadi turun menjadi 6 persen. Sedangkan secara nasional Presiden Jokowi meminta angka stunting di Indonesia  turun menjadi 14 persen pada 2024. ” Di Bali angka stunting bersyukur dibawah target yaitu 10 persen, Bali daerah pariwisata yang kesehatan faktor penting, bila perlu zero. Sudah dibawah target harus waspada,” terangnya.

Menurut Politikus PDIP ini masih ada beberapa daerah di Bali angka stunting tinggi sehingga pemerintah melakukan pencegahan dengan pendidikan kesehatan dari remaja sebelum memasuki kehidupan pernikahan. Menurutnya, stunting terjadi bukan karena kemiskinan tetapi pola asuh serta pemahaman kesehatan yang kurang. ” Kita harus tahu makanan apa saja harus dimakan untuk mencegah stunting. Dari segi alam seperti di Indonesia yang subur seharusnya tidak ada stunting tetapi pola asuh yang benar. Justru perkotaan tinggi stunting banyak daerah miskin yang zero stunting. Karena pemahaman,” terangnya.

Kariyasa mengatakan BKKBN membuat program wajib pendampingan, konseling dan pemeriksaan (tinggi badan, berat badan, lingkar lengan atas dan kadar Hb) yang dilakukan mulai 3 bulan sebelum menikah kepada calon pengantin wanita.

Pendampingan, konseling dan pemeriksaan kesehatan juga dilakukan kepada calon pengantin pria untuk memastikan kondisi dirinya, termasuk sperma dalam keadaan sehat jelang menikah. Menurut Kariyasa ketahanan berkeluarga merupakan pondasi negara yang kuat. “3 bulan pra nikah itu wajib diperiksa. Hasilnya apapun tidak dilarang menikah, tidak dipakai syarat menikah. Syarat menikah bukan hasilnya tapi pemeriksaannya (kesehatan),” ujar Kariyasa.

“Stunting adalah persoalan peradaban di masa depan, kalau generasi kita tumbuh dengan stunting niscaya generasi kita sulit berkembang,” tutup Kariyasa. (feb)

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 bulan ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

1 tahun ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

2 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago