Categories: Dwipa

7 Warga Tabanan Diterkam Anjing Rabies, Distan Tabanan Genjot Tracking

TABANAN– Setelah 7 warga Desa Dauh Peken, Tabanan digigit anjing positif rabies. Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Dinas Pertanian dan Dinas Kesehatan Tabanan terus melakukan tracking.

Tracking atau pelacakan dilakukan di wilayah Banjar Dauh Pala, Desa Dauh Peken, Tabanan. Dari 7 orang yang digigit, 5 orang di antaranya sudah mendapat penanganan Vaksin Anti Rabies (VAR). Sementara dua warga yang bukan berasal dari lokasi tersebut belum terdeteksi.

Diharapkan mereka yang belum mendapat penanganan tersebut agar segera datang ke faskes terdekat untuk mendapat pelayanan kesehatan minimal VAR.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Tabanan, Gde Eka Parta Ariana menjelaskan, pihaknya kini terus mendalami informasi kasus gigitan anjing rabies di wilayah Jalan Pulau Nias, Banjar Dauh Pala Desa Dauh Peken.

“Kami terus lakukan penelusuran dan hari ini koordinasi dengan pihak desa setempat,” ujar Gde Eka, Senin (9/5).

Kendati tracking anjing liar di sekitaran Banjar Dauh Pala, namun belum semua anjing dieliminasi. Sejauh ini baru 3 ekor anjing yang dieliminasi dan satu sampel dinyatakan positif rabies.

“Sementara untuk yang terdeteksi sampai kemarin sudah ada 4 orang dan 3 orang masih belum,” ungkapnya.

Disisi lain Kepala Dinas Kesehatan, dr Nyoman Susila menjelaskan, sesuai laporan dari seluruh faskes yang ada di Tabanan, dari 7 orang yang digigit anjing liar positif rabies sudah ada 5 orang yang mendapat layanan VAR. Sementara lagi 2 orang masih belum diketahui keberadaannya.

“Sampai hari ini sudah 5 orang yang mendapat layanan VAR (vaksin anti rabies) dan satu orang mendapat tambahan SAR (serum anti rabies). Satu orang tersebut mendapat tambahan karena luka gigitannya berisiko,” jelas Susila.

Dia menambahkan 5 orang warga yang sudah mendapat layanan sebelumnya telah datang ke faskes seperti RSUD Tabanan dan Puskesmas Kediri I.

Sementara untuk 2 orang yang melapor ini kami harapkan segera datang ke faskes terdekat untuk dapat pelayanan minimal VAR.

“Kemarin kita sudah informasi ke semua kenalan termasuk lingkungan kerja juga. Jika memang ada yang mengetahui tolong segera diarahkan untuk dapat layanan ke rumah sakit atau puskesmas. Memang ada informasi bahwa dua orang ini kemungkinan belum tentu digigit, tapi sebaiknya dilakukan penanganan pencegahan dengan VAR,” tandasnya. (uli)

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

3 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago