Categories: Radar Buleleng

Waduh! Tak Ada Inovasi, Dinas Perpustakaan Buleleng Terancam Dilikuidasi

SINGARAJA – Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (DAPD) Buleleng diminta lebih inovatif. Apabila gagal berinovasi dan beradaptasi, tak menutup kemungkinan dinas itu akan dilikuidasi dan dilebur ke sekretariat daerah.

Sekkab Buleleng Gede Suyasa mengatakan, dinas tersebut sebenarnya memiliki peran strategis. Namun program-program yang disusun tak mengikuti perkembangan zaman. Penyusunan program masih cenderung konvensional.

Padahal saat ini telah terjadi disrupsi teknologi dan digitalisasi. “Sekarang jamannya digital. Harus ada inovasi. Kalau masih manual dan programnya tidak berkembang, akan tertinggal dan terlambat,” katanya.

Ia mencontohkan, masyarakat kini  lebih suka mencari informasi melalui internet. Sehingga cenderung enggan datang ke perpustakaan. Apabila bersikeras mengembangkan perpustakaan manual, Suyasa menilai hal itu tak efektif. Perpustakaan sebaiknya ikut mengembangkan fasilitas digital.

“Ini harus dikaji. Orang kadang lebih suka baca buku digital, jadi tidak perlu datang ke perpustakaan. Kalau hanya minta gedung untuk menambah buku fisik, tapi animo baca tetap rendah, kan tidak efektif,” imbuhnya.

Mantan Kadis Pendidikan itu meminta agar pengelola perpustakaan melakukan inovasi tata Kelola dan manajemen. Namun bila gagal, tak menutup kemungkinan dinas itu akan dilebur ke sekretariat daerah, seperti yang terjadi di Pemprov Bali.

“Kalau manajemennya bagus, sistemnya baik, animo membaca terus tumbuh, tentu akan kami pertahankan,” ujarnya.

Sementara itu Kepala DAPD Buleleng Made Era Oktarini mengatakan pihaknya telah melakukan pembenahan manajerial. Pada tahun 2023 mendatang ia telah mengajukan perubahan program secara fundamental. Dengan harapan minat baca masyarakat terus tumbuh.

Salah satunya adalah menyiapkan perpustakaan digital. Aplikasi itu sebenarnya telah disiapkan sejak tahun 2021 lalu. Namun masih membutuhkan pembenahan sarana dan prasarana.

“Kami sedang siapkan proses digitalisasi arsip. Selain itu pengembangan aplikasi perpustakaan digital juga sebenarnya sudah disiapkan sejak tahun lalu. Tapi ada kendala di bidang sarpras (server penyimpanan data). Kami sudah koordinasi dengan Perpusnas sebagai stakeholder, sehingga bisa dikembangkan lebih cepat,” kata Era. (eka prasetya/rid)

M.Ridwan

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago