Categories: Ekonomi

Terlalu Murah, PT Indonesia Power Kaji Harga Pelet TOSS BUMDes Gunaksa

SEMARAPURA– Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung satu-satunya BUMDes di Klungkung yang sudah menjual pelet

hasil pengolahan sampah melalui program Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) ke PT Indonesia Power dengan harga Rp 300 per kilogram.

Namun, jika dibandingkan dengan biaya produksi, harga tersebut tidak menutupi.

Untuk itu PT Indonesia Power akan melakukan kajian untuk mendapatkan nilai keekonomisan pelet ini.

Kadis Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung AA Kirana mengungkapkan, hingga saat ini baru 12 desa di Klungkung yang memiliki TOSS.

Namun, baru Desa Gunaksa yang menjual pelet hasil pengolahan sampahnya ke PT Indonesia Power.

“Kami hanya memfasilitasi. Kesepakatan dan kerja sama yang terjadi itu antara pihak desa dan PT Indonesia Power,” ungkap AA Kirana.

Perbekel Gunaksa I Ketut Budiarta mengungkapkan bahwa pihaknya baru bisa menjual 1 ton pelet dengan harga Rp 300 per kilogram. Harga itu dinilai sangat murah jika dibandingkan dengan biaya operasional.

Belum mampu menutupi biaya operasional. Menurutnya, idealnya pelet dibeli dengan harga berkisar Rp 600-800 per kilogram.

“Karena untuk menggaji pegawai kami mengeluarkan uang sebesar Rp 10 juta per bulan. Belum lagi biaya operasional lainnya,

seperti pembelian bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraan angkut sampah, dan pengoperasian mesin produksi pelet,” bebernya.

Meski begitu, pihaknya tidak terlalu mempersoalkan harga jual tersebut. Terpenting persoalan sampah di Desa Gunaksa bisa teratasi.

Untuk menutupi biaya operasional bisa menggunakan keuangan BUMDes. “Itu harga di tempat. Tidak perlu kami mengirim ke mana-mana lagi,” jelasnya.

GM PT Indonesia Power Unit Pembangkit Bali IGAN Subawa Putra mengakui harga yang diberikan terbilang murah.

Itu lantaran pihaknya belum mendapatkan nilai ekonomis dari pelet ini sehingga membandingkannya dengan harga batu bara yang nilainya sekitar Rp 600 per kilogram.

“Harga yang kami terapkan adalah harga skala industri. Jadi, kalau harga skala industri pasti kami bandingkan dengan harga bahan bakar sejenis yang dimanfaatkan di pembangkit listrik,” terangnya.

Dia mengungkapkan pihaknya akan melakukan kajian untuk menemukan nilai keekonomisan dari pelet ini.

“Memang sebetulnya masih belum optimal harga sekarang. Pasti kami akan kaji lagi, berapa yang sesuai,” tandasnya. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

6 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago