Categories: Ekonomi

Selangkah Lagi, Buah Naga Buleleng Tembus Pasar Tiongkok

KUBUTAMBAHAN – Komoditas buah naga di Kabupaten Buleleng, diyakini mampu menembus pasar ekspor. Terutama ke Tiongkok.

Saat ini buah naga hasil budidaya petani Buleleng, tinggal selangkah lagi agar bisa menembus pasar ekspor.

Rencananya dalam beberapa pekan kedepan, otoritas karantina dan pertanian dari Tiongkok akan kembali mendatangi kebun buah naga milik Wayan Kantra, petani asal Desa Bulian, Kubutambahan.

Otoritas karantina akan melakukan pengecekan akhir, terkait kondisi lahan dan buah yang dihasilkan petani.

Kepala Dinas Pertanian Buleleng I Made Sumiarta mengatakan, tahapan untuk menembus pasar ekspor memang cukup panjang.

Untuk ekspor komoditas buah naga ke Tiongkok misalnya, petani harus melakukan persiapan tak kurang dari 4 tahun. Sementara masa verifikasi dari otoritas karantina dan pertanian Tiongkok, memakan waktu selama tiga tahun.

“Dalam tiga tahun itu, minimal ada tiga kali verifikasi dari otoritas mereka. Nah minggu-minggu ini, otoritas karantina Tiongkok akan datang lagi melakukan verifikasi akhir.

Terutama kondisi lahan dan buah. Sebab semua proses budidayanya harus organik, baru bisa masuk pasar ekspor,” kata Sumiarta.

Apabila hasil verifikasi itu menyatakan kebun petani Buleleng memenuhi syarat, maka selanjutnya akan dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara kedua negara.

Sehingga proses ekspor bisa berjalan dengan baik, berdasarkan kesepakatan dan perlindungan kedua negara.

Sumiarta menyebut, untuk ekspor dari kebun milik Wayan Kantra, diproyeksikan mencapai 100 ton per tahun.

“Disana luas lahannya itu 13 hektare. Produksinya antara 600-700 ton per tahun. Minimal 100 ton itu sudah pasti diekspor. Bisa saja lebih besar,” jelasnya.

Selain di Desa Bulian, rencananya pemerintah juga akan mengajukan verifikasi ekspor pada kebun buah naga yang ada di Desa K

alisada.

Di sana terdapat kebun buah naga seluas tiga hektare yang telah dikelola secara organik. Selain itu pemerintah juga mendorong

agar lahan tidur di Desa Pemuteran dapat dimanfaatkan sebagai kebun buah naga yang berorientasi pasar ekspor.

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago