Categories: Ekonomi

Maret 2020, Dispar Prediksi Turis ke Bali Hilang 100 Ribu Orang

DENPASAR –Dampak wabah penyebaran virus corona benar-benar berdampak terhadap jumlah kunjungan turis atau wisatawan yang datang ke Bali.

 

Terbukti, meski awal Januari 2020 jumlah kunjungan wisatawan ke Bali naik atau meningkat sekitar 100 ribu orang dibanding tahun sebelumnya (Januari 2019).

 

Namun angka ini terus mengalami penurun sejak merebaknya wabah virus corona.

 

Bahkan, khususnya di Bali, penurunan jumlah kunjungan secara signifikan sudah terjadi sejak awal Februari 2020 lalu.  

Seperti disampaikan Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bali Putu Astawa.

 

Menurutnya, akibat isu wabah corona, dari data Dispar Bali, Bali mengalami penurunan jumlah kunjungan wisatawan dari sejak Februari 2020 lalu.

 

Menurutnya, penurunan jumlah kunjungan pun terjadi diangka 50 ribu orang dibanding bulan februari pada tahun 2019 lalu.

 

“Ini karena adanya penutupan penerbangan di Tiongkok,” ujarnya usai rapat di Gedung DPRD Bali pada Senin (16/3).

 

Lalu bagaimana dengan bulan Maret? Putu Astawa memaparkan data yang diterima hingga tanggal 9 Maret 2020, jumlah kunjungan wisatawan ke Bali rata-rata mencampai 10 ribu hingga 11 ribu per hari.

 

Jika hingga akhir Maret jumlah kunjungan wisatawan tetap bertahan diangka di atas, maka maka pihaknya memprediksi jika di akhir bulan, total jumlah kunjungan wisatawan ke Bali mencapai 330 ribu orang

 

“Jika dibanding tahun lalu pada bulan maretnya, maka diprediksi ada penurunan sekitar 100 ribu wisatawan di bulan Maret 2020 ini,” ujarnya.

 

Jumlah kunjungan ini pun berdampak pada perekonomian masyarakat Bali. Beberapa destinasi wisata tempat liburan di Bali sepi. Terutama yang dikunjungi wisatawan Tiongkok.

 

Seperti destinasi pariwisata di Tanjung Benoa,  Nusa Penida dan Kintamani. Termasuk tempat menginap favorit seperti di Nusa Dua, Kuta dan Ubud.

 

“Kami akui jumlah kunjungan ke Bali menurun 20 persen. Tapi wisatawan Australia, Amerika dan Rusia masih mendominasi. Jepang dan Korea juga ya masih ada,” ujarnya 

 

Penurunan jumlah kunjungan pun pada bulan Maret ini sulit ditingkatkan terlebih sejumlah agenda festival yang akan digelar dalam Bali dibatalkan.

 

Hal ini sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo yang meminta agar tidak gelar festival yang melibatkan banyak orang. 

 

“Ya mau gimana lagi? Jauh lebih penting soal kemanusiaan. Pahit memang tetapi semoga hasilnya lebih manis,”pungkasnya. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

3 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago