Categories: Hiburan & Budaya

Sedih, Hasil Survei Disbud, Seni Drama dan Arja Kini Tak Lagi Populer

SINGARAJA – Kesenian arja dan drama gong, kini tak lagi menjadi kesenian populer. Padahal pada masanya, dua kesenian ini menyedot banyak penonton.

Bahkan, bisa membuat penonton rela duduk berlama-lama hingga subuh. Kini, mencari generasi penerusnya kian sulit.

Fakta itu terungkap, saat Dinas Kebudayaan Buleleng melakukan identifikasi kesenian di kecamatan-kecamatan.

Sejauh ini, identifikasi itu sudah dilakukan di Kecamatan Tejakula, Busungbiu, dan Gerokgak. Hasilnya, ada sejumlah kesenian yang ditinggalkan – jika tak ingin disebut punah.

Kendalanya sama, minat masyarakat untuk menyaksikan kesenian itu terjun bebas. Bahkan kini yang berminat menggeluti kesenian itu tak banyak.

Kabid Kesenian Disbud Buleleng Wayan Sujana mengatakan, rata-rata di tiap kecamatan memiliki kesenian yang unik. Seperti arja dan drama gong yang menjadi ciri khas.

Sujana mencontohkan Kecamatan Gerokgak. Di wilayah ini dulunya memiliki sekaa arja yang sangat disegani.

Sekaa ini bermarkas di Desa Patas. Selain arja, di Desa Sanggalangit juga terdapat kelompok drama gong. Namun kini kedua kesenian itu tak ditemukan lagi.

“Arja patas misalnya. Mereka hilang itu karena tidak ada yang mau meneruskan. Sebenarnya bisa saja dilanjutkan dengan merekrut sekaa shanti. Tapi ya itu tadi, penerusnya yang tidak ada,” kata Sujana.

Hal serupa juga menimpa nasib kelompok drama gong di Sanggalangit. “Dulu drama gong Sanggalangit itu terkenal. Tapi sekarang sudah tidak ada lagi. Minat yang muda-muda terjun ke drama itu sudah hilang,” imbuhnya.

Alhasil kini di Kecamatan Gerokgak seni yang bertahan hanya seni-seni yang dibalut dengan ritual agama dan tradisi. Sebut saja gebung ende dan dewa ayu.

“Kedua kesenian ini sedikit banyak terbantu dengan ritual, sehingga mereka bisa lestari. Gebug ende misalnya, dari ritual sekarang

sudah jadi profan dan tetap bertahan karena ada ajang tontonan. Seperti festival atau pawai pembangunan,” katanya lagi.

Terhadap fakta itu, Sujana mengaku Disbud Buleleng akan berupaya membangkitkan kembali seni-seni tradisional yang sempat hilang itu. Terutama kesenian arja dan drama gong. 

Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago