forensik-sebut-temuan-orok-di-pantai-padanggalak-ada-indikasi-abortus
DENPASAR – Forensik RS Sanglah langsung melakukan pemeriksaan terhadap orok yang ditemukan di Pantai Padanggalak, Denpasar Timur.
Orok itu sendiri baru diterima dokter forensik RS Sanglah pada pukul 09.50 dan selanjutnya dilakukan pemeriksaan.
Kepala Bagian Forensik RS Sanglah dr Ida Bagus Putu Alit kepada Jawa Pos Radar Bali menuturkan, saat diterima orok tersebut sudah dalam keadaan membusuk.
“Perkiraan waktu kematian 12 sampai dengan 24 jam sebelum kami periksa,” ungkap dr Alit.
Menurutnya, orok tersebut memiliki panjang badan 21 cm sesuai dengan 4 bulan umur kandungan. “Kalau jenis kelaminnya, karena masih 4 bulan, jadi belum berbentuk,” tegasnya.
Nah, saat diterima juga, orok tersebut masih lengkap dengan tali pusar dan ari-ari. Saat disinggung mengenai metode melahirkan, dr. Alit mengaku ada unsur tindakan abortus.
“Kesan abortus. Tidak bisa dibedakan abortus spontan alamiah atau kriminal,” pungkasnya.
Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.
Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…
Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…
kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.
Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024
Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…